11.15.2008

Keanekaragaman organisme sangat besar. Jumlah spesies hewan yang telah dikenal baik oleh manusia tidak kurang dari 1 juta. Tiap spesies menunjukkan variasi yang cukup besar, sehingga secara keseluruhan dunia kehidupan itu memperlihatkan keanekaragaman yang begitu besar. Untuk mempermudah mempelajarinya perlu diciptakan cara yang tepat yaitu klasifikasi. Dari klasifikasi timbullah kelompok-kelompok hewan yang secara umum disebut takson. Karena jumlah takson cukup besar, masing-masing perlu diberi nama untuk mengenal dan membedakannya dari takson yang lain. Kedudukan takson-takson itu berjenjang dan cakupannya ada yang luas, dan ada yang sempit. Dari kata takson kemudian timbul istilah taksonomi yang diartikan sebagai teori dan praktik klasifikasi. Selain taksonomi, juga dikenal istilah sistematika yang berarti kajian tentang keanekargaman organisme. Selain istilah klasifikasi juga dikenal istilah identifikasi. Perbedaannya ialah klasifikasi didasarkan atas pemikiran induktif, sementara identifikasi didasarkan atas pemikiran deduktif.


Teori Klasifikasi
Pelaksanaan kegiatan klasifikasi perlu mengacu pada teori-teori klasifikasi yang berjumlah 5 buah. Masing-masing teori dapat berdiri sendiri-sendiri dapat pula bergabung bersama-sama. Kegiatan klasifikasi berdasarkan atas penalaran induktif. Kelima teori itu adalah: essensialisme, nominalisme, empirisme, cladisme, dan klasifikasi evolusioner. Tujuan klasifikasi adalah untuk menciptakan suatu sistem yang dapat dipercaya dan mudah dipakai untuk mengatasi keanekaragaman organisme yang membingungkan. Sebagai teori, klasifikasi memiliki nilai penjelasan, nilai prediksi yang tinggi, memiliki nilai heuristik yang kuat, dan bersifat provisional. Klasifikasi biologis terdiri atas penyusunan organisme-organisme ke dalam kelompok-kelompok yang mirip dan berasal dari sumber yang sama. Kemiripan yang digunakan untuk pengelompokan itu disebut ciri-ciri taksonomi. Jadi ciri taksonomi adalah suatu tanda atau atribut suatu takson yang membedakannya dari takson yang lain. Ciri-ciri perbedaan antara individu dalam suatu populasi, misalnya umur, jenis kelamin, bukan ciri-ciri taksonomi. Ciri-ciri taksonomi memiliki fungsi ganda, yaitu merupakan kekhususan suatu takson dan merupakan indikator hubungan kekerabatan. Secara keseluruhan, ciri-ciri taksonomi dapat dikelompokkan dan dikaji berdasarkan 5 kelompok besar: morfologi, fisiologi, biokimiawi, ekologi dan geografi.

Prosedur Pelaksanaan Klasifikasi
Spesies dipandang sebagai unit dasar klasifikasi. Makna spesies bermacam-macam, mulai dari yang sederhana sampai yang filosofis. Makna kata spesies adalah sesuatu yang asli. Menurut John Ray, spesies merupakan sekelompok individu yang mempunyai moyang sama, sedangkan menurut Linnaeus spesies adalah sekelompok organisme yang memperlihatkan tipe ideal. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian spesies dirumuskan dalam konsep-konsep. Kita mengenal 4 konsep spesies: konsep spesies tipologis, konsep spesies nominalistik, konsep spesies biologis, dan konsep spesies evolusioner. Selain konsep-konsep spesies, juga dikenal istilah-istilah: spesies sibling, spesies sympatric, spesies allopatric, spesies polytypus, spesies monotypus. Spesies menduduki tempat yang paling strategis di dalam hierarkhi klasifikasi. Kedudukan itu disebut kategori. Beberapa spesies yang serupa dikelompokkan ke dalam genus, dan beberapa genus yang serupa dikelompokkan dalam familia. Demikian selanjutnya sampai terbentuk kelompok yang paling besar yaitu Regnum. Dalam klasifikasi dikenal 21 kategori. Namun demikian jumlah kategori yang umum digunakan dalam klasifikasi hanya 7, bahkan 7 kategori itu dapat diringkas menjadi 3 kategori: kategori spesies, kategori subspesies dan kategori di atas spesies. Di dalam membahas spesies perlu dikenal adanya sistem tipus, yaitu suatu sistem yang digunakan dalam penentuan nama-nama takson. Tipus adalah suatu spesimen yang digunakan sebagai standar dalam penentuan nama suatu spesies hewan. Jadi tipus suatu spesies adalah suatu spesimen tertentu, tipus suatu genus adalah spesies tertentu dalam genus itu. Dalam sistem tipus itu dikenal 9 macam tipus: Holotipus, Paratipus, Allotipus, Sintipus, Neotipus, Topotipus, Metatipus, Homotipus dan Genotipus. Sistem tipus dapat digunakan secara luas, tetapi untuk kategori-kategori di atas spesies, tipus itu tidak berupa suatu spesimen. Tipus suatu genus berupa suatu spesies tertentu, tipus untuk familia adalah suatu genus dari familia itu, demikian selanjutnya.

DASAR-DASAR DAN PENERAPAN
Gambaran Umum Tatanama Hewan
Pada hakikatnya nama-nama takson itu adalah alat komunikasi bagi para pakar zoologi, sebab tanpa menyebut nama, orang lain tidak akan mengerti objek hewan apa yang dimaksudkan. Sayangnya ada ahli-ahli yang lebih tertarik terhadap nama-nama daripada hewannya sendiri. Sebenarnya nama-nama hewan telah diberikan sejak manusia mengenal hewan-hewan itu tetapi sifatnya masih kedaerahan, sehingga disebut nama daerah. Nama daerah berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat yang lain sehingga nama daerah dipandang tidak praktis. Dalam perkembangannya manusia mencoba menciptakan nama-nama deskriptif, yaitu nama-nama yang didasarkan atas sebagian besar ciri-ciri yang dimiliki hewan-hewan yang dipelajari. Nama ini terlalu panjang sehingga tidak praktis. Itulah sebabnya kemudian diciptakan nama binominal yang lebih sederhana dan lebih praktis. Sistem binominal mengatakan bahwa nama spesies terdiri atas dua kata, sekaligus dua nama. Kata pertama merupakan kata genus, kata kedua merupakan kata spesifik atau disebut nomen triviale. Ternyata terdapat perbedaan terhadap penggunaan istilah Latin dalam nama ganda itu. Zoologi menggunakan istilah binominal,sedangkan botani menggunakan istilah binomial. Berdasarkan asal usulnya, tampaknya istilah binominal lebih tepat. Di dalam tatanama yang hendak ditata dan dibuatkan peraturannya adalah nama ilmiah atau nama Latin takson-takson. Peraturan itu tercantum dalam Kode Internasional Tatanama Zoologi dengan segala perangkatnya.

Ketentuan dalam Pemberian Nama-nama Takson
Kegiatan belajar ini mengatur cara pemberian nama takson tingkat kategori di bawah spesies dan kategori di atas spesies. Nama takson spesies diatur dalam sistem binominal, nama takson subspesies dengan trinominal, nama takson di atas spesies dengan uninominal. Nama familia berakhiran idae, nama subfamilia berakhiran inae, nama ordo sampai phylum berakhiran bebas, kecuali untuk ikan dan burung, nama ordo berakhiran iformes. Nama pencipta, diletakkan di belakang nama spesies, tanpa dipisahkan oleh tanda-tanda tertentu, tanpa digarisbawahi atau dicetak miring, dapat disingkat. Apabila dijumpai nama pencipta itu berada dalam tanda kurung, berarti nama genus dari spesies itu telah diubah, dan untuk menghargai jasanya, nama pencipta pertama tetap ditulis di belakang nama spesies tetapi di dalam tanda kurung. Apabila suatu populasi memiliki 2 nama, maka nama itu disebut sinonim, tetapi bila sebuah nama diberikan pada 2 kelompok populasi berbeda, maka nama itu disebut homonim. Hibrid tidak diberi nama, sebab hibrid bukan populasi dan berarti bukan takson.

Chordata Rendah
Chordata memiliki 3 (tiga) ciri utama yang membedakannya dari kelompok lain. Chordata dibedakan atas Chordata rendah dan Chordata tinggi. Anggota-anggota Chordata rendah tidak memiliki Column vertebralis, tetapi hanya memiliki chorda dorsalis sebagai penguat tubuhnya. Kepemilikan chorda dorsalis itu berbeda-beda, ada kelompok yang hanya memiliki chorda dorsalis di bagian anterior, ada yang hanya di bagian ekor dan ada yang memanjang pada seluruh punggung tubuh. Atas dasar 3 (tiga) perbedaan ciri tentang kepemilikan chorda dorsalis, batang syaraf dan celah insang, maka chordata rendah dibagi menjadi 3 (tiga) Subphylum: Hemichordata, Urochordata dan Cephalochordata.

Kelas Agnatha dan Kelas Chondrichthyes (Super Kelas Pisces)
Kegiatan belajar ini membahas tentang kelompok ikan tidak berahang yang termasuk kelas Agnatha. Kelas ini meliputi 2 ordo: Myxiniformes dan Petromyzontiformes. Kedua kelompok ini memiliki persamaan dan perbedaan, terutama berkaitan dengan mulut, sirip dan celah insang. Disamping kelas Agnatha, kegiatan belajar ini juga membahas kelas Chondrichthyes, yaitu ikan-ikan yang kerangkanya berupa tulang rawan, dan sesungguhnya tulang rawan ini bukan menunjukkan keprimitifannya melainkan merupakan ciri sekunder. Kelas ini mencakup 2 subkelas: Elasmobranchii yang dibedakan atas ordo Squaliformes dan ordo Rajiforms, serta subkelas Holocephali. Ordo Squaliformes mencakup semua jenis ikan hiu, sedangkan ordo Rajiformes mencakup jenis-jenis ikan pari. Terdapat beberapa perbedaan antara ikan hiu dan ikan pari yaitu dalam hal: letak celah insang, perlekatan sirip dada dan ujud dari ekornya. Subkelas Holocephali mencakup jenis ikan langka yang disebut ikan tikus. Ikan ini tidak mirip dengan ikan hiu ataupun ikan pari dalam hal: bentuk tubuh dan jumlah celah insang.

Osteichthyes (Superkelas Pisces)
Osteichthyes mencakup semua jenis ikan dengan kerangka berasal dari bahan tulang sejati. Ada kelompok besar ikan bertulang sejati ini. Satu kelompok sangat penting artinya dalam perjalanan evolusi hewan darat (Tetrapoda) dan kelompok yang lain berkembang menjadi ikan-ikan maju seperti kita kenal sekarang ini. Ikan-ikan yang dipandang penting dalam perjalanan evolusi Tetrapoda adalah ordo Coelacanthiformes, sedangkan yang berkembang menuju ikan-ikan modern masa sekarang adalah Actinopterygii.

Kelas Ampbhibia
Amfibi adalah kelompok vertebrata darat yang paling primitif, menduduki tempat peralihan dari kehidupan akuatik ke kehidupan darat. Perubahan tempat kehidupan ini menyebabkan seakan-akan kelompok ini masih mencari-cari pola yang sesuai, sehingga terlihat adanya model-model kehidupan, wujud dan ciri-ciri kelompok yang beragam. Di samping adanya model dan wujud yang beragam, juga terjadi perubahan alat-alat tubuh yang disesuaikan dengan cara hidup di darat, misalnya perlu paru-paru, tungkai, choana, dan lain-lain. Untuk klasifikasi Amphibia diperlukan kombinasi berbagai ciri. Dengan demikian Amphibia dapat dibagi menjadi 4 ordo: Apoda, Trachystomata, Caudata dan Anura. Apoda dan Trachystomata merupakan ordo yang anggota-anggotanya sedikit, sedangkan Caudata dan Anura merupakan ordo-ordo yang anggota-anggotanya banyak. Pembahasan kedua ordo ini dibatasi hanya yang berkaitan dengan contoh-contoh yang ada di alam Indonesia.

Reptilia
Reptilia adalah kelompok hewan darat yang sebenarnya karena mereka bernapas dengan paru-paru sepanjang hidupnya. Sebagai hewan darat yang hidup di lingkungan kering, kulitnya memiliki lapisan bahan tanduk yang tebal. Lapisan ini mengalami modifikasi menjadi sisik-sisik. Kulit sedikit sekali mengandung kelenjar kulit. Ada di antaranya yang selain mempunyai sisik epidermis juga mempunyai sisik dermis, misalnya buaya. Pada anggota Lacertilia pengelupasan kulit terjadi sedikit demi sedikit, sedangkan pada ular terjadi sekaligus. Reptil termasuk Tetrapoda sehingga memiliki 4 buah tungkai atau kaki, tetapi ada pula di antara anggota-anggotanya yang tungkainya mereduksi atau menghilang sama sekali. Menghilangnya tungkai-tungkai itu merupakan ciri sekunder, atau wujud adaptasi terhadap lingkungan. Hewan reptil berkloaka dengan celah berbentuk transversal atau longitudinal. Sebagai hewan darat reptil telah memiliki langit-langit sekunder, dan pada buaya perkembangannya telah sempurna. Semua reptil bergigi kecuali kura-kura. Perlekatan gigi-gigi itu ada yang acrodont, pleurodont, thecodont. Pada anggota Lacertilia, lidah berkembang baik dan dapat digunakan sebagai ciri penting untuk klasifikasi. Alat pendengar, ada yang dilengkapi dengan telinga luar dan ada yang tidak. Mata ada yang berkelopak dan dapat bergerak, ada pula yang kelopaknya tidak dapat bergerak serta berubah menjadi bangunan transparan. Reptil jantan memiliki alat kelamin luar berupa sebuah penis atau satu pasang hemipenis. Embrio memiliki gigi telur untuk merobek cangkang telur pada waktu menetas. Klasifikasi reptil, pada awalnya didasarkan atas arsitektur tengkoraknya. Formulasi ini dikemukakan oleh Osborn tahun 1903, yaitu ditunjukkan dengan adanya ciri-ciri tengkorak: anapsid, diapsid, synapsid (parapsid). Sekarang klasifikasi reptil tersebut telah banyak berubah, dan dibagi menjadi 4 ordo: Testudinata, Rhynchocephalia, Squamata dan Crocodilia.

Kelas Aves
Setiap burung tubuhnya ditutupi bulu, sehingga bulu merupakan ciri spesifik burung, yang tidak dimiliki oleh kelompok Tetrapoda lainnya. Pada hakikatnya bulu berfungsi sebagai alat untuk terbang, karena burung merupakan perkembangan filogenetik dari reptil yang tak terbang. Bulu diduga berasal dari modifikasi sisik-sisik reptil yang menjadi moyang burung. Selain itu bulu juga berfungsi untuk menjaga suhu tubuh burung agar tetap tinggi. Sebelum burung benar-benar dapat terbang ada suatu bentuk makhluk yang sebagian ciri-cirinya menyerupai burung dan sebagian yang lain menyerupai reptil. Bentuk ini dipandang atau dianggap sebagai bentuk perkembangan reptil menuju burung. Makhluk yang fosilnya ditemukan di Jerman ini diberi nama Archaeopteryx lithographica. Berdasarkan atas kemampuan terbangnya, burung dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Ratitae yang anggota-anggotanya tidak dapat terbang karena alat-alat terbangnya tidak memadai. Kelompok kedua adalah Carinatae yang mencakup burung-burung yang mampu terbang, bahkan ada yang sangat pandai terbang. Lebih lanjut masing-masing kelompok itu dibagi-bagi menjadi ordo-ordo yang jumlahnya tidak kurang dari 30. Masing-masing ordo diuraikan ciri-ciri utamanya dan diberikan contohnya.

Kelas Mamalia
Nama Mamalia berasal dari ciri utama anggota-anggota (hewan) yang memiliki glandula mammae. Selain itu ciri lainnya adalah memiliki rambut-rambut, yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari pengaruh panas maupun dingin. Suhu tubuh mamalia relatif tetap dan keadaan ini disebut homoioterm. Di dalam kulit mamalia terdapat kelenjar air susu, kelenjar peluh (keringat) dan kelenjar minyak. Beberapa jenis mamalia mempunyai kelenjar lain misalnya kelenjar bau dan kelenjar pipi. Berdasarkan sifatnya gigi-gigi mamalia adalah heterodont, thecodont, dan diphyodont. Dipandang dari cara menapakkan kakinya, mamalia ada yang bersifat plantigrad, digitigrad, dan unguligrad. Mamalia juga memiliki diafragma yang memisahkan rongga dada dari rongga perut. Dipandang dari aktivitasnya, ada mamalia yang nocturnal dan ada yang diurnal. Secara umum, ada mamalia yang bermanfaat, ada yang merugikan dan ada yang membahayakan bagi kehidupan manusia. Jumlah spesies mamalia yang telah dikenal mamalia tidak kurang 4.000 dan dikelompokkan ke dalam sejumlah ordo.
Sumber buku Taksonomi Vertebrata Karya Soesilo



11.14.2008

Baru - baru ini saia mengadakan observasi dan polling kecil - kecilan kepada 25 teman cewek dikampus saia yang sudah mempunyai pacar / pasangan. "Kado atau hadiah ulang tahun apa yang paling diinginkan oleh mereka". Ini hasilnya :

1. Perhiasan (Cincin,kalung,gelang) --------------------------- 16 cewek
2. Boneka --------------------------- 5 cewek
3. Lainnya -------------------------- 4 cewek

Ternyata sebagian besar dari mereka sangat mengharapkan dihadiahi perhiasan oleh pasangannya. Menurut mereka, bukan berarti matre, perhiasan merupakan simbol / lambang cinta yang paling indah bentuknya, dan mereka akan merasa sangat tersanjung bila dihadiahi cincin atau kalung. Dan perhiasan juga merupakan simbol keseriusan dari suatu hubungan, begitu kata mereka.

Boneka juga tak kalah peminat, kata mereka boneka itu lucu dan menyenangkan. Karena bisa diajak ngobrol dan curhat dengan mengibaratkan boneka tersebut sebagai pasangannya. Jadi kalo tiap liat boneka itu langsung inget deh sama pasangannya. Nah lo?!! Ati - ati aja, ntar bisa disangka kurang waras gara - gara ngomong sendiri.

Lainnya terdiri dari bunga, buku, kaset, dan pakaian.

Well.. Buat para cowok - cowok yg saat ini lagi kebingungan mau ngasih hadiah apa ke ceweknya, mungkin bisa dijadikan referensi.

Nah.. buat para cewek - cewek, apapun hadiah yang kalian terima, jangan selalu dilihat dari bentuk dan harganya.. Tapi dilihat dari makna dan ketulusan orang yang memberikannya. Okey?!(Azr/)


11.13.2008

Perkembangan industri di daerah Jambi, dalam dua tahun, yakni 1996-1998 relatif maju pesat, baik dilihat dari unit usaha, tenaga kerja, investasi maupun produksinya. Pada tahun 1997 perusahaan di Jambi berjumlah sekitar 6.869 unit, tahun berikutnya (1998) menjadi 7.429 unit, terdiri dari perusahaan besar, sedang, kecil dan rumah tangga. Jumlah tenaga kerja (1997-1998) dari 52.300 orang menjadi 53.829 orang (mayoritas lulusan SD dan SLTP) dan investasinya dari Rp 8,20 trilyun menjadi Rp 8,34 trilyun. Jenis perusahaan yang ada antara lain industri minuman, makanan dan tembakau; industri tekstil, pakaian jadi dan kulit; industri pengolahan kayu dan rotan serta rumput-rumputan; industri kimia dan bahan dari kimia; industri logam dan mesin; industri bahan galian bukan logam; dan Iain-lain. Hasil produksi industri menengah dan kecil antara lain kerajinan kayu, sulaman, bordir, pengalengan udang beku, pengolahan ikan, pengolahan kayu, dan kerajinan rotan.

Perkembangan banyaknya usaha di Jambi (1996-1998) adalah sebagai berikut: pertambangan dan galian 4.099 unit; industri pengolahan 17.282 unit; listrik, gas dan air 408 unit; konstruksi bangunan 4.051 unit; perdagangan, hotel dan restoran 86.654 unit; pengangkutan dan komunikasi 15.217 unit; lembaga keuangan 837 unit; jasa-jasa dan real estate 16.442 unit. Jumlah totalnya adalah 144.990 unit.
Propinsi Jambi memiliki berbagai bahan tambang dan mineral, seperti batubara yang terdapat di Kabupaten Rantau Pandan, Bungo Tebo termasuk bahan galian lainnya yang sangat potensial untuk dikembangkan lagi, seperti minyak bumi, emas, biji besi, tembaga, kaolin, fospat, dan marmer.

Gambut merupakan suatu ekosistem lahan basah yang dicirikan oleh adanya akumulasi bahan organik dalam kurun waktu yang lama. Akumulasi ini terjadi dikarenakan lambatnya laju dekomposisi dibandingkan dengan laju penimbunan bahan organik yang terdapat di lantai hutan lahan basah. Proses pembentukan gambut hampir selalu terjadi pada kondisi tergenang atau pada kawasan pantai yang basah dimana bahan organik dihasilkan dalam jumlah yang banyak.
Sebelum akhir era tahun 2000-an, fungsi lahan gambut telah banyak dikenal oleh berbagai kalangan sebagai suatu habitat lahan basah yang mendukung kehidupan flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang khas, pengatur sistem hidrologi (mencegah banjir saat musim hujan dan mencegah intrusi air laut saat kemarau), sumber nafkah pencaharian bagi masyarakat (misal diambil kayunya untuk rumah, industri, bahan makanan, obat-obatan dsb). Namun menjelang tahun 2000-an, dunia mulai menaruh perhatian yang lebih luas akan peranan gambut di muka bumi ini, yaitu sebagai habitat lahan basah yang mampu menyerap (sequester) dan menyimpan (rosot/sink) karbon dalam jumlah besar sehingga dapat mencegah larinya gas rumah kaca (terutama CO2), yang dapat berdampak terhadap perubahan iklim, ke atmosfer bumi.
Perhatian dunia yang semakin besar terhadap gambut tidak terlepas dari kesadaran bangsa-bangsa di dunia akan adanya perubahan iklim global yang akan berdampak sangat luas terhadap berbagai kehidupan di muka bumi ini. Hal demikian ditunjukan dari telah diratifikasinya Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim PBB (UNFCCC) oleh berbagai negara, namun di tingkat pelaksanaannya (seperti tercantum dalam Protokol Kyoto) masih belum mendapat kesepakatan/dukungan yang memadai dari pihak-pihak negara tertentu.
Dari sekitar 450 juta ha luas lahan gambut yang terdapat di seluruh dunia, sekitar 12 % (atau 54 juta ha) berada di kawasan tropika basah, terutama di Asia, Karibia, Amerika Tengah, serta Afrika Selatan). Dari kawasan tersebut, Indonesia memiliki kawasan gambut tropika terluas, diperkirakan antara 16 dan 27 Juta hektar (50% dari luasan gambut tropika); terutama terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya, serta sedikit di Halmahera dan Sulawesi.
Mengingat adanya kebakaran hutan dan lahan (terutama gambut) yang sering terjadi di Indonesia (puncaknya pada tahun 1997/1998), maka keberadaan/luasan lahan gambut ini diduga telah jauh berkurang. Beberapa lahan gambut bekas terbakar tersebut (misal di Kalimantan Timur dan Jambi) di musim hujan tergenangi air dan membentuk habitat danau-danau yang bersifat sementara, namun di musim kemarau memperlihatkan hamparan terbuka yang gersang, dan dalam beberapa hal berpeluang untuk terbakar lagi.
Berkenaan dengan hal di atas, maka lokakarya ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaan lahan gambut di Indonesia.

POTENSI DAERAH

» HASIL HUTAN NON KAYU
Faktor yang mendukung :
o Potensi tumbuhan berkhasiat obat-obatan di Cagar Biosfer Bukit Dua Belas terdapat + 68 jenis (sebagai ilustrasi di Taman Nasional M. Betiri Jatim terdapat + 320 jenis.

o Banyak jenis hasil hutan yang dapat diusahakan antara lain : rotan, getah-getahan dan obat-obatan jadi alamnya (tanah, iklim, curah hujan) mendukung / cocok untuk tummbuh rotan, jelutung (getah jelutung) dan tanaman obat-obatan.

o Jumlah Ijin Produsen / pengumpul
§ Arang = 8 ijin
§ Getah-getahan = 13 ijin
§ Rotan = 19 ijin
o Potensi cukup tinggi, realisasi produksi tahun 1997/1998
§ Arang = 545 ton
§ Getah-getahan = 1.097,73 ton
§ Rotan ukuran besar = 809.454 batang
§ Rotan ukuran kecil = 630,654 ton
• Peluang untuk pengembangan :
Dapat dikembangkan industri furniture dan industri alat-alat rumah tangga dengan memanfaatkan potensi rotan yang ada dan budidaya rotan serta dapat pula dikembangkan industri kimia, industri kosmetik, industri cat dengan memanfaatkan potensi getah dan potensi tanaman obat yang cukup tinggi setiap tahunnya.
» LUAS AREAL UNTUK KEGIATAN PERKEBUNAN / AGRO FORESTRY
Faktor yang mendukung :
o Luas hutan yang sudah lepas untuk perkebunan + 326.650,78 Ha.
o Realisasi pembangunan kebun mencapai + 60% (seluas + 195.490 Ha). Sisa areal (belum dimanfaatkan) seluas + 130.660 Ha (+ 40%)


• Peluang untuk pengembangan :
o Dapat dikembangkan industri pengolahan yang mengolah 60% hasil kebun antara lain kelapa sawit, kopi, kayu manis, kelapa hibrida, dll.
o Masih memungkinkan pengembangan tanaman perkebunan.
» PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI
Faktor yang mendukung :
o Adanya rencana untuk mengaudit dan meredesign ke tiga jenis HPH dan HPHTI di atas dengan maksud agar areal itu dapat dimanfaatkan secara optimal.
o Hasil redesign antara lain:
Pada areal yang masih terdapat tegakan tinggal§ antara lain : Shrorea SP (meranti Sp) akan diperkaya dengan jenis tanaman serupa untuk suplai bahan baku face / back industri plywood.
Pada areal yang telah ditinggali sehingga§ berupa semak belukar akan ditanami dengan jenis tanaman cepat tumbuh (fast growing species) dengan maksud pada akhirnya dapat mensuplai bahan baku core industri plywood.
o Tersedianya areal eks HPH dan areal HPH serta HPHTI yang masih aktif cukup luas.


• Peluang untuk pengembangan :
o Dalam membangun HTI selain diharapkan menghasilkan kayu juga sekaligus menghasilkan O2 dan menyerap Carbon.
o Dapat dikembangkan pembangunan Hutan Tanaman Industri pada areal setelah diredesign dimaksud.

» PENGEMBANGAN INDUSTRI KAYU HILIR
Menurut statistik yang ada (yang bersumber di Kanwil Departemen Perindustrian dan Perdagangan) kayu olahan (sawn timber) yang diangkut keluar Jambi (antar Propinsi / Pulau) + 200.000 M3 / tahun, sedangkan kayu berupa moulding / wood working 50.000 M3 / tahun. Dengan demikian masih ada peluang di Propinsi Jambi untuk membangun industri kayu lanjutan (hilir) berupa wood working / moulding untuk mengolah kayu olahan (sawn timber) sebanyak + 200.000 M3 / tahun tersebut.

» PENGEMBANGAN POTENSI AIR MINUM / MINERAL ALAMI
Faktor yang mendukung :
o Konsumsi masyarakat terhadap air mineral sangat tinggi dan cenderung meningkat.
o Propinsi Jambi, khususnya Kabupaten Merangin dan Kerinci banyak mamiliki sumber air alami yang sangat potensial untuk diproduksi sebagai air minum / mineral dalam kemasan.
• Peluang untuk pengembangan :
Dapat dikembangkan menjadi industri air minum alami dengan memanfaatkan sumber air dari mata air alami yang banyak terdapat di Kabupaten Merangin dan Kerinci.
»

PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT-OBATAN YANG BERASAL DARI HUTAN
Faktor yang mendukung
o Dari hasil penelitian di Taman Nasional Bukit Dua Belas ditemukan medika biotik 137 jenis yang terdiri dari 101 jenis tumbuhan obat, 27 jenis cendawan obat dan 9 jenis hewan obat yang dimanfaatkan oleh suku anak dalam.
o Ke-10 jenis tanaman obat itu mempunyai khasiat antara lain : obat demam, tonikum, perut kembung, malaria, penurun panas, reumatik, obat cacing, obat kuat, dsb.
o Keberadaam jenis flora pada hutan konservasi masih terjamin.
o Keragaman jenis flora mulai dari pegunungan sampai ke dataran rendah sangat tinggi.
o Telah ditemukan 10 jenis tanaman obat-obatan di Taman Nasional Bukit Dua Belas yang terletak di Kabupatem Batanghari dan Sarolangun antara lain : pulai, pinang, pasakbumi, petaling, kemenyan hitam, akar kunyit, dll.
• Peluang untuk pengembangan :
o Dapat dikembangkan industri farmasi dengan memanfaatkan potensi tanaman obat, cendawan obat dan hewan obat yang berlimpah
» PENGOLAHAN LANJUTAN LIMBAH KAYU
Faktor yang mendukung :
o Potensi limbah pembalakan dari HPH dan dari limbah Industri Pengolahan Kayu Hulu (IPKH) cukup tinggi setiap tahun masing-masing secara berurutan 500.000 M3 dan 450.000 M3.
• Peluang untuk pengembangan :
o Dan dapat pula dikembangkan industri perkayuan antara lain : panel kayu, energi biomasa, untuk pakan ternak dan ruminansia, dan produk kimia organik.
o Dapat dikembangkan industri pengolahan ilmiah antara lain industri MDF, pengrajin kayu, termasuk mainan anak-anak dan souvenir, industri batu bata / genteng dan arang kayu / briket arang.
» PENGRAJIN MEBEL TRADISIONAL
Faktor yang mendukung :
o Produknya yang unik (antik), ukiran alami dapat dikembangkan sebagai produk khas Jambi.
o Jenis produk yang beragam : kursi, meja, asbak, ikan, dll)
o Sumber daya manusianya telah profesional.
• Peluang untuk pengembangan :
Dapat dikembangkan indistri mebel / furniture dengan memanfaatkan tenaga yang profesional dan jenis kayu yang indah seperti tembesu, rengas, kempas, dll. Setelah pengrajin kayu dari Jambi belajar di Yogyakarta dan manfaatkan limbah kayu yang ada di Jambi ternyata dapat memproduksi segala bentuk souvenir dari kayu dan Jambi ke depan akan menjadi pusat kerajinan kayu.
»
POTENSI HUTAN UNTUK PERDAGANGAN KARBON
Faktor yang mendukung :
o Ada 8 unit HTI yang pengelolaannya tidak sungguh-sungguh seluas 101.860 Ha.
o Kawasan hutan di Propinsi Jambi masih dominan (42,73%) dari luas daratan (5,1 juta Ha) = 2.179.000 Ha.
o Potensi pengikatan karbon cukup besar terutama tersimpan pada :
§ Hutan Lindung 191.130 Ha.
§ Hutan Pelestarian Alam 648.720 Ha.
§ Hutan Suaka Alam 30.400 Ha.
o Sedangkan potensi karbon pada hutan produksi yang dikelola dengan menggunakan sistem silvikultur TPTI sedang diteliti oleh FMIPA-IPB bekerja sama dengan Departemen Kehutanan di Kabupaten Batanghari.
o Untuk selanjutnya kegiatan perdagangan karbon akan dikembangkan pada 7 eks areal HPH seluas 463.649 Ha dan ditambah areal HPH PT. INHUTANI V.
• Peluang untuk pengembangan :
Mempunyai potensi untuk mendapatkan dana sebagai hasil dari perdagangan karbon karena masih terdapat hutan yang masih utuh dan hutan bekas tebangan serta areal HTI yang kurang berhasil.
» POTENSI KAYU KARET TUA DAPAT DIKEMBANGKAN MENJADI INDUSTRI FURNITURE DAN INDUSTRI MDF
Faktor yang mendukung :
o Akan meningkatkan nilai tambah (added value) dan meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan.
o Kayu karet dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan.
o Luas kebun karet tua diperkirakan > 10.000 Ha.
o Potensi kayu karet tua cukup tinggi.
o Tersebar di berbagai wilayah.
• Peluang untuk pengembangan :
Dapat dikembangkan industri perkayuan memanfaatkan hasil karet tua yang diperkirakan lebih dari 10.000 Ha dengan jenis produksi antara lain vineer, moulding, paneling, papan lebar, papan artikel, mebel (meja, kursi, almari) dan sisanya untuk MDF.(Azr/)

11.09.2008

Perkembangan industri di daerah Jambi, dalam dua tahun, yakni 1996-1998 relatif maju pesat, baik dilihat dari unit usaha, tenaga kerja, investasi maupun produksinya. Pada tahun 1997 perusahaan di Jambi berjumlah sekitar 6.869 unit, tahun berikutnya (1998) menjadi 7.429 unit, terdiri dari perusahaan besar, sedang, kecil dan rumah tangga. Jumlah tenaga kerja (1997-1998) dari 52.300 orang menjadi 53.829 orang (mayoritas lulusan SD dan SLTP) dan investasinya dari Rp 8,20 trilyun menjadi Rp 8,34 trilyun. Jenis perusahaan yang ada antara lain industri minuman, makanan dan tembakau; industri tekstil, pakaian jadi dan kulit; industri pengolahan kayu dan rotan serta rumput-rumputan; industri kimia dan bahan dari kimia; industri logam dan mesin; industri bahan galian bukan logam; dan Iain-lain. Hasil produksi industri menengah dan kecil antara lain kerajinan kayu, sulaman, bordir, pengalengan udang beku, pengolahan ikan, pengolahan kayu, dan kerajinan rotan.

Perkembangan banyaknya usaha di Jambi (1996-1998) adalah sebagai berikut: pertambangan dan galian 4.099 unit; industri pengolahan 17.282 unit; listrik, gas dan air 408 unit; konstruksi bangunan 4.051 unit; perdagangan, hotel dan restoran 86.654 unit; pengangkutan dan komunikasi 15.217 unit; lembaga keuangan 837 unit; jasa-jasa dan real estate 16.442 unit. Jumlah totalnya adalah 144.990 unit.
Propinsi Jambi memiliki berbagai bahan tambang dan mineral, seperti batubara yang terdapat di Kabupaten Rantau Pandan, Bungo Tebo termasuk bahan galian lainnya yang sangat potensial untuk dikembangkan lagi, seperti minyak bumi, emas, biji besi, tembaga, kaolin, fospat, dan marmer.

Gambut merupakan suatu ekosistem lahan basah yang dicirikan oleh adanya akumulasi bahan organik dalam kurun waktu yang lama. Akumulasi ini terjadi dikarenakan lambatnya laju dekomposisi dibandingkan dengan laju penimbunan bahan organik yang terdapat di lantai hutan lahan basah. Proses pembentukan gambut hampir selalu terjadi pada kondisi tergenang atau pada kawasan pantai yang basah dimana bahan organik dihasilkan dalam jumlah yang banyak.
Sebelum akhir era tahun 2000-an, fungsi lahan gambut telah banyak dikenal oleh berbagai kalangan sebagai suatu habitat lahan basah yang mendukung kehidupan flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang khas, pengatur sistem hidrologi (mencegah banjir saat musim hujan dan mencegah intrusi air laut saat kemarau), sumber nafkah pencaharian bagi masyarakat (misal diambil kayunya untuk rumah, industri, bahan makanan, obat-obatan dsb). Namun menjelang tahun 2000-an, dunia mulai menaruh perhatian yang lebih luas akan peranan gambut di muka bumi ini, yaitu sebagai habitat lahan basah yang mampu menyerap (sequester) dan menyimpan (rosot/sink) karbon dalam jumlah besar sehingga dapat mencegah larinya gas rumah kaca (terutama CO2), yang dapat berdampak terhadap perubahan iklim, ke atmosfer bumi.
Perhatian dunia yang semakin besar terhadap gambut tidak terlepas dari kesadaran bangsa-bangsa di dunia akan adanya perubahan iklim global yang akan berdampak sangat luas terhadap berbagai kehidupan di muka bumi ini. Hal demikian ditunjukan dari telah diratifikasinya Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim PBB (UNFCCC) oleh berbagai negara, namun di tingkat pelaksanaannya (seperti tercantum dalam Protokol Kyoto) masih belum mendapat kesepakatan/dukungan yang memadai dari pihak-pihak negara tertentu.
Dari sekitar 450 juta ha luas lahan gambut yang terdapat di seluruh dunia, sekitar 12 % (atau 54 juta ha) berada di kawasan tropika basah, terutama di Asia, Karibia, Amerika Tengah, serta Afrika Selatan). Dari kawasan tersebut, Indonesia memiliki kawasan gambut tropika terluas, diperkirakan antara 16 dan 27 Juta hektar (50% dari luasan gambut tropika); terutama terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Irian Jaya, serta sedikit di Halmahera dan Sulawesi.
Mengingat adanya kebakaran hutan dan lahan (terutama gambut) yang sering terjadi di Indonesia (puncaknya pada tahun 1997/1998), maka keberadaan/luasan lahan gambut ini diduga telah jauh berkurang. Beberapa lahan gambut bekas terbakar tersebut (misal di Kalimantan Timur dan Jambi) di musim hujan tergenangi air dan membentuk habitat danau-danau yang bersifat sementara, namun di musim kemarau memperlihatkan hamparan terbuka yang gersang, dan dalam beberapa hal berpeluang untuk terbakar lagi.
Berkenaan dengan hal di atas, maka lokakarya ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaan lahan gambut di Indonesia.

POTENSI DAERAH

» HASIL HUTAN NON KAYU
Faktor yang mendukung :
o Potensi tumbuhan berkhasiat obat-obatan di Cagar Biosfer Bukit Dua Belas terdapat + 68 jenis (sebagai ilustrasi di Taman Nasional M. Betiri Jatim terdapat + 320 jenis.

o Banyak jenis hasil hutan yang dapat diusahakan antara lain : rotan, getah-getahan dan obat-obatan jadi alamnya (tanah, iklim, curah hujan) mendukung / cocok untuk tummbuh rotan, jelutung (getah jelutung) dan tanaman obat-obatan.

o Jumlah Ijin Produsen / pengumpul
§ Arang = 8 ijin
§ Getah-getahan = 13 ijin
§ Rotan = 19 ijin
o Potensi cukup tinggi, realisasi produksi tahun 1997/1998
§ Arang = 545 ton
§ Getah-getahan = 1.097,73 ton
§ Rotan ukuran besar = 809.454 batang
§ Rotan ukuran kecil = 630,654 ton
• Peluang untuk pengembangan :
Dapat dikembangkan industri furniture dan industri alat-alat rumah tangga dengan memanfaatkan potensi rotan yang ada dan budidaya rotan serta dapat pula dikembangkan industri kimia, industri kosmetik, industri cat dengan memanfaatkan potensi getah dan potensi tanaman obat yang cukup tinggi setiap tahunnya.
» LUAS AREAL UNTUK KEGIATAN PERKEBUNAN / AGRO FORESTRY
Faktor yang mendukung :
o Luas hutan yang sudah lepas untuk perkebunan + 326.650,78 Ha.
o Realisasi pembangunan kebun mencapai + 60% (seluas + 195.490 Ha). Sisa areal (belum dimanfaatkan) seluas + 130.660 Ha (+ 40%)


• Peluang untuk pengembangan :
o Dapat dikembangkan industri pengolahan yang mengolah 60% hasil kebun antara lain kelapa sawit, kopi, kayu manis, kelapa hibrida, dll.
o Masih memungkinkan pengembangan tanaman perkebunan.
» PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI
Faktor yang mendukung :
o Adanya rencana untuk mengaudit dan meredesign ke tiga jenis HPH dan HPHTI di atas dengan maksud agar areal itu dapat dimanfaatkan secara optimal.
o Hasil redesign antara lain:
Pada areal yang masih terdapat tegakan tinggal§ antara lain : Shrorea SP (meranti Sp) akan diperkaya dengan jenis tanaman serupa untuk suplai bahan baku face / back industri plywood.
Pada areal yang telah ditinggali sehingga§ berupa semak belukar akan ditanami dengan jenis tanaman cepat tumbuh (fast growing species) dengan maksud pada akhirnya dapat mensuplai bahan baku core industri plywood.
o Tersedianya areal eks HPH dan areal HPH serta HPHTI yang masih aktif cukup luas.


• Peluang untuk pengembangan :
o Dalam membangun HTI selain diharapkan menghasilkan kayu juga sekaligus menghasilkan O2 dan menyerap Carbon.
o Dapat dikembangkan pembangunan Hutan Tanaman Industri pada areal setelah diredesign dimaksud.

» PENGEMBANGAN INDUSTRI KAYU HILIR
Menurut statistik yang ada (yang bersumber di Kanwil Departemen Perindustrian dan Perdagangan) kayu olahan (sawn timber) yang diangkut keluar Jambi (antar Propinsi / Pulau) + 200.000 M3 / tahun, sedangkan kayu berupa moulding / wood working 50.000 M3 / tahun. Dengan demikian masih ada peluang di Propinsi Jambi untuk membangun industri kayu lanjutan (hilir) berupa wood working / moulding untuk mengolah kayu olahan (sawn timber) sebanyak + 200.000 M3 / tahun tersebut.

» PENGEMBANGAN POTENSI AIR MINUM / MINERAL ALAMI
Faktor yang mendukung :
o Konsumsi masyarakat terhadap air mineral sangat tinggi dan cenderung meningkat.
o Propinsi Jambi, khususnya Kabupaten Merangin dan Kerinci banyak mamiliki sumber air alami yang sangat potensial untuk diproduksi sebagai air minum / mineral dalam kemasan.
• Peluang untuk pengembangan :
Dapat dikembangkan menjadi industri air minum alami dengan memanfaatkan sumber air dari mata air alami yang banyak terdapat di Kabupaten Merangin dan Kerinci.
»

PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT-OBATAN YANG BERASAL DARI HUTAN
Faktor yang mendukung
o Dari hasil penelitian di Taman Nasional Bukit Dua Belas ditemukan medika biotik 137 jenis yang terdiri dari 101 jenis tumbuhan obat, 27 jenis cendawan obat dan 9 jenis hewan obat yang dimanfaatkan oleh suku anak dalam.
o Ke-10 jenis tanaman obat itu mempunyai khasiat antara lain : obat demam, tonikum, perut kembung, malaria, penurun panas, reumatik, obat cacing, obat kuat, dsb.
o Keberadaam jenis flora pada hutan konservasi masih terjamin.
o Keragaman jenis flora mulai dari pegunungan sampai ke dataran rendah sangat tinggi.
o Telah ditemukan 10 jenis tanaman obat-obatan di Taman Nasional Bukit Dua Belas yang terletak di Kabupatem Batanghari dan Sarolangun antara lain : pulai, pinang, pasakbumi, petaling, kemenyan hitam, akar kunyit, dll.
• Peluang untuk pengembangan :
o Dapat dikembangkan industri farmasi dengan memanfaatkan potensi tanaman obat, cendawan obat dan hewan obat yang berlimpah
» PENGOLAHAN LANJUTAN LIMBAH KAYU
Faktor yang mendukung :
o Potensi limbah pembalakan dari HPH dan dari limbah Industri Pengolahan Kayu Hulu (IPKH) cukup tinggi setiap tahun masing-masing secara berurutan 500.000 M3 dan 450.000 M3.
• Peluang untuk pengembangan :
o Dan dapat pula dikembangkan industri perkayuan antara lain : panel kayu, energi biomasa, untuk pakan ternak dan ruminansia, dan produk kimia organik.
o Dapat dikembangkan industri pengolahan ilmiah antara lain industri MDF, pengrajin kayu, termasuk mainan anak-anak dan souvenir, industri batu bata / genteng dan arang kayu / briket arang.
» PENGRAJIN MEBEL TRADISIONAL
Faktor yang mendukung :
o Produknya yang unik (antik), ukiran alami dapat dikembangkan sebagai produk khas Jambi.
o Jenis produk yang beragam : kursi, meja, asbak, ikan, dll)
o Sumber daya manusianya telah profesional.
• Peluang untuk pengembangan :
Dapat dikembangkan indistri mebel / furniture dengan memanfaatkan tenaga yang profesional dan jenis kayu yang indah seperti tembesu, rengas, kempas, dll. Setelah pengrajin kayu dari Jambi belajar di Yogyakarta dan manfaatkan limbah kayu yang ada di Jambi ternyata dapat memproduksi segala bentuk souvenir dari kayu dan Jambi ke depan akan menjadi pusat kerajinan kayu.
»
POTENSI HUTAN UNTUK PERDAGANGAN KARBON
Faktor yang mendukung :
o Ada 8 unit HTI yang pengelolaannya tidak sungguh-sungguh seluas 101.860 Ha.
o Kawasan hutan di Propinsi Jambi masih dominan (42,73%) dari luas daratan (5,1 juta Ha) = 2.179.000 Ha.
o Potensi pengikatan karbon cukup besar terutama tersimpan pada :
§ Hutan Lindung 191.130 Ha.
§ Hutan Pelestarian Alam 648.720 Ha.
§ Hutan Suaka Alam 30.400 Ha.
o Sedangkan potensi karbon pada hutan produksi yang dikelola dengan menggunakan sistem silvikultur TPTI sedang diteliti oleh FMIPA-IPB bekerja sama dengan Departemen Kehutanan di Kabupaten Batanghari.
o Untuk selanjutnya kegiatan perdagangan karbon akan dikembangkan pada 7 eks areal HPH seluas 463.649 Ha dan ditambah areal HPH PT. INHUTANI V.
• Peluang untuk pengembangan :
Mempunyai potensi untuk mendapatkan dana sebagai hasil dari perdagangan karbon karena masih terdapat hutan yang masih utuh dan hutan bekas tebangan serta areal HTI yang kurang berhasil.
» POTENSI KAYU KARET TUA DAPAT DIKEMBANGKAN MENJADI INDUSTRI FURNITURE DAN INDUSTRI MDF
Faktor yang mendukung :
o Akan meningkatkan nilai tambah (added value) dan meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan.
o Kayu karet dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan.
o Luas kebun karet tua diperkirakan > 10.000 Ha.
o Potensi kayu karet tua cukup tinggi.
o Tersebar di berbagai wilayah.
• Peluang untuk pengembangan :
Dapat dikembangkan industri perkayuan memanfaatkan hasil karet tua yang diperkirakan lebih dari 10.000 Ha dengan jenis produksi antara lain vineer, moulding, paneling, papan lebar, papan artikel, mebel (meja, kursi, almari) dan sisanya untuk MDF.(Azr/)

Pacar selingkuh sepertinya 'agak' menjadi trend saat ini. Bukan hanya artis, bahkan pedagang bakso pun bisa selingkuh. Sejalan dengan 'wajarnya' perselingkuhan diantara kita, wajib untuk kita ketahui tanda-tanda yang mencerminkan ketidaksetiaan pasangan. Apa iya ada kucing gak nolak ikan?
Gejala-gelaja pacar selingkuh:

1. Sok Jadi Pacar Setia
Biasanya, pasangan kita akan lebih mesra. Tiba-tiba memberikan bingkisan atau kejutan yang tidak pernah kita duga. Inilah alih-alih agar kita terlena, dan berpikir bahwa dialah pasangan idaman kita. Jelasnya, biar kita tidak curiga.

2. Sering Marah
Yang namanya selingkuh, pasti pasangan kita akan cemas. Dan dibalik kecemasan itu, dia harus menyimpan kebohongan serapi mungkin. Hal-hal sepele berubah menjadi masalah besar. Atau bisa jadi, karena pasangan ingin kita duluan yang mengucapkan kata putus. Kalau sudah begini, kita harus siap-siap perang mulut dan batin.

3. Cemburu Berlebihan
Tidak semua pasangan yang cemburu berarti sayang sama kita. Untuk gejala satu ini memang cukup membingungkan, kadang kita bisa berpikir si dia memang posesif atau dia sedang selingkuh. Intinya, kita harus waspada, saat kecemburuan mulai diluar batas, segera tanyakan ke pasangan.

4. Sering Salah Bicara
Kalau gejala satu ini agak cepat dikenali, dimana pasangan akan sering membuat kesalahan dan terjebak dalam pembicaraan mereka sendiri. Coba aja menanyakan pertanyaan secara berulang dalam satu waktu, jika jawabannya beda-beda, tidak salah lagi, si dia selingkuh!

5. Ganti Hobi
Tiba-tiba saja pasangan berubah romantis, biasanya mendengarkan musik cadas, jadi musik melankolis. Atau juga, yang tadinya hobi basket, bisa berubah jadi suka baca ramalan bintang. Tidak ada yang bisa merubah manusia sedemikian drastis, kecuali jatuh cinta.

6. Sering Membatalkan Janji
Selalu saja ada alasan untuk tidak ketemu, ini merupakan gejala yang harus diwaspadai. Kecuali, kalau kita bisa membuktikan dimana, kemana, dan sama siapa dia saat itu.

7. Banyak Telepon Nyasar
Saat bersama pasangan, selalu saja ada telepon yang tidak diangkat dengan alasan salah sambung. Atau bisa juga saat ketemuan, telepon pasangan selalu dimatikan. Alasanya, biar tidak menggangu..atau terganggu?

8. Banyak Tuntutan
Pasangan mulai menuntut yang aneh-aneh, apalagi nyantol ke nama-nama lain, misalnya: "Kamu agak cakep dikit dong, kayak Brad Pitt."

9. Berseri-seri
Jatuh cinta itu berjuta rasanya, apalagi saat selingkuh, perasaan lebih berdebar-debar. Ingat saja waktu kita jadian pertama kali dengannya, kalau tiba-tiba dia mengulangi kejadian itu, kita jangan besar kepala dulu. Siapa tahu bukan kita yang dicintainya...

10. Sering Melamun
Tidak ada hujan dan angin, pasangan sering melamun. Tapi, ditanyakan dulu... Jangan-jangan malah dia yang berpikir kalau kita selingkuh.(Azr/)

Dua sisi yang saling berkaitan satu dengan lainnya.
Ya, antara Cinta dengan Persahabatan.
Mampukah anda membayangkan Persahabatan tanpa Cinta?
Persahabatan dan Cinta adalah teman terbaik kerana dimana ada Cinta, Persahabatan selalu berada disampingnya. Dan dimana Persahabatan berada, Cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan Persahabatan.Pada suatu hari, Persahabatan mula berpikir bahwa Cinta telah membuat dirinya tidak mendapat perhatian lagi karena Persahabatan menganggap Cinta lebih menarik daripada dirinya.
?Hhem mm mm? Seandainya tidak ada Cinta, mungkin aku akan menjadi lebih terkenal, dan lebih banyak orang memberi perhatian kepadaku.? pikir si Persahabatan. Sejak hari itu, Persahabatan memusuhi Cinta. Ketika Cinta bermain bersama Persahabatan seperti selalu, Persahabatan akan menjauhi Cinta. Apabila Cinta bertanya kenapa Persahabatan menjauhi dirinya, Persahabatan hanya memalingkan wajahnya dan beredar pergi meninggalkan Cinta.
Kesedihan pun menghampiri Cinta dan Cinta tidak sanggup menahan air matanya dan menangis. Kesedihan hanya dapat termangu memandang Cinta yang kehilangan teman baiknya. Beberapa hari tanpa Cinta, Persahabatan mulai bergaul rapat dengan Kecewa, Putus asa, Kemarahan dan Kebencian.
Persahabatan mulai kehilangan sifat manisnya dan orang-orang mulai tidak menyukai Persahabatan. Persahabatan mulai dijauhi dan tidak lagi disukai.Walaupun Persahabatan cantik, tetapi sifatnya mulai memuakkan.Persahabatan menyadari bahwa dirinya tidak lagi disukai lantaran banyak orang yang menjauhinya. Persahabatan mulai menyesali keadaannya, dan saat itulah Kesedihan melihat Persahabatan, dan menyampaikan kepada Cinta bahwa Persahabatan sedang dalam kedukaan.
Dengan segera Cinta berlari dan menghampiri Persahabatan. Saat Persahabatan melihat Cinta menghampiri dirinya, dengan air mata yang berlinang Persahabatan pun meluapkan seribu penyesalannya meninggalkan Cinta.
Dipendekkan cerita, Persahabatan dan Cinta kembali menjadi teman baik. Persahabatan kembali kepada pribadi yang menyenangkan dan Cinta pun kembali tersenyum ceria. Semua orang melihat kembali kedua teman baik itu sebagai berkat dan anugerah dalam kehidupan.
Moral:
Mampukah Persahabatan tanpa Cinta?
Mampukah Cinta tanpa Persahabatan?
Sering kali ditemui banyak orang yang coba memisahkan Persahabatan dan Cinta karena mereka berfikir, ?Kalau Persahabatan sudah disulami dengan Cinta, pasti akan jadi sulit!?. Terutama bagi mereka yang menjalin persahabatan antara seorang pria dan wanita.
Persahabatan merupakan bentuk hubungan yang indah antara manusia, di mana Cinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai Persahabatan. Tanpa Cinta, Persahabatan mungkin akan diisi dengan Kecewa, Benci, Marah dan berbagai hal yang membuat Persahabatan tidak lagi indah. Berhentilah membuat batas antara Cinta dan Persahabatan, biarkan mereka tetap menjadi Teman baik. Yang harus diluruskan adalah Cinta bukanlah perusak Persahabatan, Cinta memperindah persahabatan anda.
Seringkali Cinta cuma dijadikan kambing hitam sebagai perusak sebuah persahabatan. SALAH BESAR !!! Seharusnya dengan adanya Cinta, persahabatan akan semakin menyenangkan. Buat teman-teman yang sedang menjalin Persahabatan. Penuhilah persahabatanmu dengan Cinta, berikanlah Cinta yang terbaik untuk sahabatmu.
Buat teman-teman yang sedang mengalami guncangan dalam persahabatan, jangan salahkan Cinta! Tetapi cobalah perbaiki persahabatanmu dengan cinta karena cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Buat teman-teman yang belum mengerti arti Persahabatan, cobalah memulai sebuah persahabatan. Dengan persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti bahwa segala sesuatu tidak selalu terjadi sesuai dengan keinginan kita.
Buat teman-teman yang sedang kecewa dengan Persahabatan. Renungkanlah;?
Apakah saya sudah menjalani Persahabatan dengan benar??
Dan cobalah memahami arti persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kematangan, kelemahlembutan dan segala hal yang baik akan engkau temui dalam persahabatan.(Azr/)
Note : Dari seorang teman yang jauh di sana….

Bagi kamu kamu yang masih jomblo ga usah takut akan status kejombloan kamu.

Biarpun jomblo kita gaa boleh mau dipandang sebelah mata ma orang laen.

JOMBLO TERHORMAT

Selagi status kita masih jomblo kita ga usah minder pa lagi sampe bunuh diri gara-gara ga tahan ma beban kejombloan kamu ma hinaan teman, tetangga, sodara bahkan ortu kamu sendiri. Ga usah lah kamu dengerin suara-suara miring ntu. Walupun kamu jomblo kamu bisa kok jadi jomblo yang terhormat.

Dibawah ini merupakan jenis dan tips jadi jomblo terhormat:

1. Jomblo Keren (JOKER). Biarpun kita jomblo kita selalu berpenampilan yang menarik n selalu bersih(fresh) biar ga sepet kalo dipandang ma orang laen. Misalnya kaya gini ”ih lihat tuh si Toip udah bujang lapuk, kumel lagi. Pantesan aja ga laku laku, jomblo aja sampai mati”. Malah disumpahin ma orang, emang kamu mau. Keren disini bukan cuma dari penampilan aja tapi juga dari sikap kita. Gimana harus bersikap yang gentle, bertanggung jawab, ga suka boong(be your self).

2. Jomblo Ramah (JORAM). Sebisa mungkin kita bersikap ramah sama orang orang disekitar kita. Kasih senyum ketemu orang lain, tapi jangan ketrusan ntar malah dikirain orang gila. Sapa tau da ibu ibu yang punya anak cewe abis di senyumin kamu langsung kepincut buat njodohin kamu ma anaknya.

3. Jomblo Sporty (J-Spot). Rajin rajin olah raga biar badan kita tuh seger n kebentuk ga gampang penyakitan, poin ni juga buat nunjang poin pertama. Mang mau dibilangin orang ”dah jomblo penyakitan pula” ga tambah sengsara tuh dapat tekanan batin kaya gitu. Trus bagi kamu yang punya hobi dibidang olah raga tertentu,kembangin aja hobi kamu itu. Sapa tau kamu dapat prestasi, bisa buat nambah poin buat jadi jomblo terhormat.

4. Jomblo Sukses (JO-Su). Bagi yang statusnya masih nganggur, cepet cepet aja deh cari kerja. Biar punya modal buat ngegebet cewe/cowo. Tapi sukses juga bukan cuma dari duit, sukses berasal dari diri sendiri. Kamu bisa bikin karya karya kamu yang bisa dihargain ma orang laen itu juga merupakan suatu kesuksesan.

5. Jomblo Pinter (JOPIN). Buat kamu yang masih skul/kul/krj/nganggur banyak banyak belajar biar tambah pinter n wawasan kamu luas. Belajar apa aja yang penting bisa nambah pengetahuan ga ketinggalan jaman. Belajar juga ga usah lewat yang formal belajar bisa dari temen, internet, buku, tv. Sering nonton berita biar ga ketinggalan informasi.

6. Jomblo-jomblo Bahagia (JOJOBA). Ni jomblo yang slalu nikmatin kejombloanya yang tiap harinyaserasa disurga dengan kebahagian jomblo. Setiap kamu bangun pagi kamu bilang dalam hati kamu klo hari ini adalah hari yang bahagia, rasakan dengan hati kamu. Kamu nikmatin apa yang kamu kerjakan dengan penuh ikhlas tanpa beban. Sekarang tinggal kamunya aja, kamu bisa milih mo jadi jomblo yang mana yang menurut kamu paling terhormat apa mo nerima hinaan ma cercaan dari orang-orang disekitar kamu atau mo jadi jomblo lontang lantung. Jadi kamu ga usah minder pa lagi nekat minum racun tikus, trus percuma klo kamu lari kehal-hal negatip. Jomblo Enjoy aja lagi..!! Cuma segitu aja sih tipsnya yang bisa aku jelasin, mungkin masih banyak jenis jomblo-jomblo terhormat lain yang aku ga tau. Barang kali temen-temen mau nambahin pa mau ngritik ma kasih saran.(Azr/)

Penting kah?

Kalo menurutku seh itu sangat penting. Kemarin ada sebuah pengalaman yang cukup bisa untuk membuatku tersenyum sendiri...

Sewaktu ibu ku sakit kemarin, kan aku yang menemaninya. Nah saat aku disuruh nyari hasil cek darah, aku bingung juga dimana yah ruangannya. Akhirnya setelah putar-putar rumah sakit aku ketemu juga ama ruangan buat pengambilan hasil cek darah. Tapi sayang, saat itu tutup....bingung dech aku saat itu soale aku harus secepatnya dapetin data itu buat arsip rumah sakit....

Kemudian aku nanya pada seorang dokter yang saat itu sedang membolak-balik buku. Kemudian dia menjawab begini ”Oh iya, sebentar dek. Sebenarnya itu ruang kerja saya. Sebentar lagi saya kesana, tolong tunggu disana aja”. Tanpa perasaan apapun aku mengambil hasil tes kemudian balik ke ruang tempat ibu ku dirawat. Nah urusan hasil cek darah dah selesai.

Beberapa jam kemudian dokter yang ngasih hasil tes darah tadi datang menjenguk ketempatku.... Waktu dia masuk, aku dan dokter itu sama-sama bingung. Tapi semua segera menemui titik cerah. Ternyata eh ternyata, dia masih family juga. Saat itu lumayan jadi ger-geran juga peristiwa itu. Tapi semuanya pasti ada hikmahnya.....(Azr/)

Pada hari Sabtu tanggal 8 November 2008 kemarin, Azr (Azr) nge-SMS kalo besok Sabtu pagi harinya ada Acara Bakar Jagung. Kata Azr penting karena akan mengakrabkan Jojoba. Gua (eh... asa teu pantes) Saya ajalah, jam 10 teng peserta bakar jagung bersama dah pada nongkrong di rumahnya "JM" (Jumarni). Terlihat para para pemangsa jagung yang jadul pisan yang datang dan tidak asing lagi (he..he), yaitu 'Lek" (Masdar), "Agya" (Sari), "MJ" (Majid), "Viera" (Vira), "Ulfa" (Ibu'nya "Lek"/Masdar), "Yayang" (Des3), dan tak kalah seru si pemangku adat Jojoba "HBR" (Bizar), "JM" (Jumarni) selaku tuan rumah dan di tambah saya jadi sembilan orang.

Photo2nya nyusul ya...

Setelah itu, Kita-kita pada binggung, waktu masih panjang untuk di nikmati. Akhirnya Agya (Sari) mengeluarkan camera andalannya (walaupun berjuang susah payah pinjem ma nyokap).

Sambil menikmati makanan yang ada, kita mengobrol banyak hal, masa depan, kerjaan dan lain-lain. Kita-kita baru menyadari kalo genk kita yang biasa barengan maen sudah berkurang dalam menjalin kekompakan. Everything can happen... Ya kita sekarang hanya menikmati saja waktu yang "tersisa" untuk tetap bersama sahabat, tertawa, sedih, gembira, duka, cita akan selalu menghiasi hari-hari kebersamaan persahabatan kita.(Azr/)



Jangan Banyak2 Pak Ngambilnya, Ntar yang laen pada ga kebagian tuch....


Enak-enak, ajip................ajip.........


Hajar Lek....


JM : "Tuan Rumah Lagi Mensejahterakan tamu-tamu"


Wich....MJ................


Narsiz Abizzzzzzzzz...................


HBR : Rasanya gimana gituch................



Ibu2 PKK sebelum berangkat Tour ke rumah "JM"



Pissss..............






JOJOBA Gang "Narsiz ABiz........"















Biologi

















Senyumnya................

Bagaimana membuat suatu hubungan dengan pasangan atau pacaran menjadi berhasil dan tetap awet? Berikut tipsnya.

Be Yourself. Jadilah dirimu sendiri, karena hal itu wajib, sehingga Anda tidak perlu meniru orang lain hanya untuk memuaskan pasangan Anda. Jadi Anda perlu mengenal diri sendiri terlebih dulu sebelum membuat peta ke depan mengenai hubungan yang akan Anda jalani bersamanya. Terkadang apa yang Anda inginkan, sebenarnya bukan yang benar-benar diinginkan. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan jelas adalah membuat rangkuman dari inti tujuan Anda sendiri dalam membangun atau mempertahankan hubungan.

Open Your Mind. Bukalah mata, hati dan pikiran Anda. Anda tidak perlu berbohong kepada pasangan Anda, apalagi hanya karena hal tersebut memalukan bagi Anda, lantas Anda harus berbohong kepadanya. Katakan secara terbuka agar semuanya menjadi jelas. Jika memang ada yang tidak Anda sukai dari dirinya, jujur dan sampaikanlah dengan baik-baik, dengan begitu dia akan mengerti maksud Anda. Begitu pula sebaliknya, Anda akan mendengarkan pendapat dan saran dari pasangan Anda, karena komunikasi adalah salah satu cara membina hubungan agar tetap awet. Perlu diingat juga, meskipun sudah saling terbuka, Anda harus menghargai privasi pasangan Anda, dan sebaiknya Anda tahu apa yang perlu diketahui saja.

Pay Attention. Perhatian, walau sekecil apapun, tapi pasti sangat berguna, terutama ketika dia sedang membutuhkan Anda. Jangan segan untuk memberi kejutan buat si dia, seperti misalnya, membuat makanan kesukaannya, dengan begitu pasangan Anda pasti jadi tambah care. Namun, perlu diingat perasaan cinta haruslah tulus, jadi ketika Anda pernah menolong dia, tak perlu diungkit secara berlebihan. Perhatian boleh, tapi jangan posesif, tidak perlu selalu mengawasi dia, dimana, bersama siapa, dan baru apa. Hal ini akan justru membuat si dia jadi il-feel. Jika Anda berbuat salah, tak ada ruginya Anda meminta maaf kepadanya, namanya juga manusia. Perhatian juga tidak hanya kepada si dia, jika Anda memang sudah yakin, maka Anda dapat mendekatkan diri dengan keluarga pasangan Anda. Hal ini memberikan keuntungan bagi Anda, karena Anda juga bisa mendapatkan dukungan dari mereka.

Keep the Commitment. Di awal ketika Anda berhubungan dengan pasangan Anda, buatlah segala sesuatunya menjadi pasti atau suatu kesepakatan dalam hubungan agar hubungan menjadi jelas, sehingga masing-masing tidak bisa saling menyalahkan jika suatu ketika merasa ‘menyerah’ dalam hubungan atau apapun itu. Sebagai contoh, memang sebagian wanita memilih untuk menikah ketimbang melanjutkan karirnya. Namun, terkadang hal inilah yang sering membuat mereka depresi. Memiliki anak, kemudian timbulnya rasa bosan dalam pernikahan bisa membawa perubahan pada seseorang, atau bahkan ada yang berselingkuh akibat kebosanan ini. Jadi dengan melepaskan karir setelah menikah, tidak menjamin suatu hubungan akan tetap langgeng. Untuk itu, buatlah janji atau kesepakatan di awal hubungan atau pernikahan, agar nantinya masing-masing dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah menjadi komitmen sebelumnya.(Azr/)


Awal-awal pacaran pasti momen yang mesra banget, biar hal-hal kayak gitu kejaga terus beberapa tips dibawah ini mungkin bisa bantu kamu:

Yang Wajib Dilakuin:
1. Kirim Bunga, kartu, atau sms yang nunjukin perhatian dan besarnya rasa cinta kamu. Walaupun kadang-kadang cewek-cewek suka bilang itu norak, tapi kalau dikasih pasti dalam hatinya berbunga-bunga dan bahagia. Perhatian kecil yang spesial kayak gitu pastinya bikin hubungan kamu berdua tambah hangat.
Yang perlu diingat: Kirim bunga dsb emang oke untuk dilakuin sebagai tanda perhatian. Tapppiii... kamu jangan memberi perhatian yang berlebihan seperti memenuhi inbox emailnya dengan surat dari kamu, menelpon terus setiap 5 menit sekali, atau kegiatan apapun yang menganggu dia dari kegiatannya sehari-hari. Hal-hal kayak gitu bisa aja bikin dia bosen sama kamu, kalau kamuna ngilang-ngilang dikit pastinya dia tambah penasaran dan bikin kangen kan!

2. Selalu Puji pasangan kamu kalau dia tampil cantik/keren. Berikan pujian juga kalau dia melakukan sesuatu yang membanggakan. Setiap orang pasti selalu senang kalau dipuji. Tapi jangan berlebihan, nanti malah kesannya nggak tulus dan dibuat-buat.
Yang perlu diingat: Kalau kamu rajin muji pacar kamu, jangan keterusan juga untuk memuji orang lain, misalnya pacar temen kamu, mantan pacar, atau orang-orang lain. Suasana yang udah romantis dijamin pasti jadi runyam!

3. Beri Kejutan: Ini resep mesra yang paling populer dan ampuh. Pada umumnya, siapa aja pasti senang dapet kejutan dari pasangannya. Nggak perlu repot-repot bikin candlelight dinner diatas gunung. Cukup kirim kartu bikinan sendiri, beli hadiah-hadiah kecil, itu semua udah cukup mempan bikin pasangan kamu makin cinta. Kalau mau yang spesial banget, siapin makan malam romantis dengan masakan bikinan kamu atau kirim kue ulang tahun kecil bikinan kamu untuk dimakan berdua... hmmm... pasti tambah disayang pacar. (Azr/)




Tenangkan hatimu

Buat yang sedang putus cinta, langkah pertama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, rekomend yang harus kamu lakuin adalah nenangin perasaan yang shock tadi. Caranya, kalo harus nangis luapin aja sepuas-puasnya. Karena setelah itu justru bisa bikin hati plong. Walau rasanya udah sakit berat. Nah buat yang kaum cowok, kayaknya proses pengendapan perlu deh dijalanin. Mana tau dari sana bisa saling introspeksi diri.


Bye?bye?doi

Buang segala pernak pernik yang mengingatkan kamu padanya. Mulai dari benda pemberiannya, fotonya atau apapun juga tentangnya. Karena hal itu bikin kamu jadi nggak tambah tenang.


Cari Kesibukan Baru

Setelah kamu memutuskan untuk jalan sendiri lagi, mungkin ada sesuatu yang terasa hilang. Belajar lah untuk dewasa. Mulai bikin aktifitas baru yang bisa menghibur sekaligus positif. Bentuknya bisa apa aja, kalo kamu suka musik ya kembali lah buat ngejalaninnya. Atau hoby lainnya yang termasuk menguntungkan.


Creative Thinking

Be creative untuk melakukan sesuatu yang terbaik. Meski kamu baru putus bukan berarti meratapi tangis. Justru sekarang lah waktunya untuk bangkit dan ngembaliin suasana menjadi lebih baik.


Tetap Survive

Dengungkan perasaan itu. Walau orang yang pernah kamu kasihi pergi. Tapi kamu nggak bakalan mati dan tenggelam sama kepiluan. Tetap lah survive dan percaya diri.


Hehe..pengalaman niey, ga tau kenapa walaupun ga habis begadang, tapi tetep ae sering banget ngantuk di kelas, nah biasanya untuk mengatasinya, aku melakukan hal-hal di bawah ini :

1. nyanyi-nyanyi (pelan-pelan lah…kalo ga pelan bisa buyar kelasnya dengerin aku nyanyi)

dengan begitu aku jadi mikir liriknya dan berusaha sesuai nadanya-kalo nyanyi biasanya gitu khan?-jadi pikiranku bisa kembali konsentrasi pada suatu hal sehingga g ngantuk

2. makan permen

ide ini lebih sering dipake anak2, wis pokoke sediain aja permen sebungkus buat dibagi2 juga ama yang laen

3. minta dicubit

ini ide andalannya (Agya, Ice, Vira, N JM), dia minta kucubit keras2 biar g ngantuk

4. minum kopi setengah jam sebelum kelas dimulai

haha..ni mempan banget tapi ya kalo sempet. kenapa setengah jam? karena dia baru akan ngefek setelah rentang waktu itu..

5. minta dikagetin

jadi gini, kalo ada anak yg tidur, biarin bentar sampe dia sampe agak jauh mimpinya, terus baru dibangunin dengan sekaget2nya, entah dipukul ato diteriakin-kalo berani bikin kacau kelas- atau diapain, soalnya orang yang kaget tuh bakal langsung ilang ngantuknya..

6. ngobrol ama temen..

ini nih yg asyik..asal ga ngganggu yg laen aja n g ketahuan..

udah..deh kayaknya itu aja..selamat mencoba..semoga sukses..!!(Azr/)


Pacaran sih boleh saja, tapi harus mengerti batasannya. Pacaran “sehat” harus diterapkan oleh para remaja agar tidak terkena akibatnya. Nah, bagaimana sih gaya pacaran yang bisa kita sebut dengan pacaran sehat?

1. Sehat fisik
Sehat secara fisik berarti tidak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun cowok secara fisik memang lebih kuat, bukan berarti cowok dapat seenaknya menindas kaum cewek.

2. Sehat emosional
Hubungan kita dengan orang lain akan terjalin dengan baik apabila ada rasa nyaman, saling pengertian, dan juga keterbukaan. Kita tidak hanya dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik.

3. Sehat sosial
Pacaran sebaiknya bersifat tidak mengikat, artinya hubungan sosial dengan yang lain tetap harus dijaga dan kita tidak selalu fokus hanya pada pacar saja.

4. Sehat seksual
Secara biologis, kaum remaja mengalami perkembangan dan kematangan seks. Tanpa disadari, pacaran juga mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik dapat mendorong keinginan untuk melakukan kontak fisik yang lebih jauh. Jika hal itu diteruskan dan tidak terkontrol, maka dapat menimbulkan hal-hal yang sangat berisiko.

Nah..bagaimana agar pacaran kita sehat dan tetap awet? Disini kita harus punya prinsip. Artinya, segala sesuatu yang kita lakukan memiliki dasar dan tujuan yang jelas. Dalam berpacaran, mungkin saja kita menemukan perbedaan prinsip, khususnya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal itu adalah wajar, asalkan tetap saling menghargai. Setiap orang, khususnya remaja, mempunyai hak untuk bicara secara terbuka, termasuk mengungkapkan prinsipnya masing-masing.

Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tidak tahu bagaimana mengomunikasikannya dengan baik. Intinya, kita juga harus mengerti atau memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik.(Azr/)


Tawar-menawar tak harus tentang harga. Saat ini di Malang banyak kita jumpai durian baik pada penjual buah tetap maupun musiman di sepanjang jalur Malang-Batu. Durian konon adalah ‘rajanya SMS buah’. Dibandingkan dengan buah lain, harganya memang jauh lebih tinggi. Lihatlah harga Durian Monthong impor asal Thailand di supermarket-supermarket ! Wow ! Durian lokal-pun juga masih cukup mahal. Maka ketika kita hendak membeli durian, yang menjadi fokus kita adalah langsung menawar harganya.

Kalau saya lebih meminta penjualnya memilihkan dan kemudian bersedia membuka kulitnya untuk ‘diicip’ daging buahnya tanpa menawar harganya terlebih dahulu. Kenapa ? karena sungguh tak mudah menentukan buah durian itu enak atau tidak tanpa membelah kulitnya terutama untuk jenis durian lokal di penjual buah pinggir jalan dan bukan di supermarket dan semurah-murahnya durian [di Malang harga termurah Rp. 5.000,00] masih lumayan juga. Nah, kalau kena durian mentah, busuk, hambar [hanyep] atau memang dari varietas yang memang nggak sip, kekecewaan yang akan kita rasakan. Belum lagi cara membawanya yang merepotkan [ukuran dan kulit buahnya itu lho]. Apalagi jika dibawa untuk jarak jauh antar kota, waduh menjengkelkan bukan jika ketika dibuka rasanya mengecewakan ?

Jadi, yang pertama pastikan Anda mendapatkan durian yang memang ‘mak nyus’. Jika kemudian Anda mau nekad menawar harganya setelah mencicipinya kemungkinkan besar akan membuat penjualnya jengkel walau hal itu sah saja Anda lakukan [jika Anda cukup nekad]. Sekali lagi kalau saya lebih memilih tetap tanpa menawar harganya namun memintah bonus durian yang lebih kecil. Walau bonus, karena saya tak menawarnya, saya masih bisa memilih dan meminta penjualnya mau dicicipi terlebih dahulu.

Tentu ‘teknik’ tawar-menawar ini tidak bisa kita berlakukan untuk semua jenis dan kondisi suatu transaksi [jual-beli, sewa-menyewa dan lainnya]. Tapi inti pesannya adalah tawar-menawar bisa kita lakukan dengan lebih elegan namun tetap mendatangkan keuntungan lebih di pihak kita.(Azr/)





Putri Diana menjadi symbol kecantikan wanita sedunia dalam dekade 80-an, semua laki-laki mengagumi kecantikannya. Apapun yang dipakainya menjadi model saat itu. Tapi kenapa Pangeran Charles lebih memilih Camelia Parker menjadi kekasihnya ? Apa yang kurang dengan Diana ? apa yang tidak ada sama Diana ? Jawaban Charles hanya sederhana saja “Karena saya lebih bisa bicara dengan Camila”.

Christina Onassis adalah putri Aristotle Onassis raja kapal dari Yunani dan menjadi salah seorang terkaya di dunia. Dan bahkan setelah kematian Ayahnya, semua kekayaan itu berpindah padanya. Dia seorang wanita cantik dan bermartabat. Empat kali dia kawin cerai, dan terakhir ia ditemukan tewas bunuh diri di dalam bathtub di Buenos Aires, pada tahun 1988, karena gagal dalam pernikahan dengan suaminya yang tampan-tampan.

Lalu kenapa pula sebut saja namanya Siska seorang wanita karir, betapa ia lebih senang bertemu dengan laki-laki lain ketimbang suaminya ? Padahal suaminya lebih tampan dan ganteng dari PIL Siska itu. Karena menurut penuturan Siska ; PIL-nya sering mengucapkan kata-kata sayang dan cinta ketimbang suaminya yang halal baginya. Hanya itu saja.

Atau bagi kita yang sering dan ketagihan dengan infotaimen murahan di televisi misalnya, kenapa para artis dan bintang-bintang pilem itu sering saja kawin cerai ? cerai kawin ? jawabannya pasti satu saja, “Kami tidak cocok lagi” itu saja.

Maka laki-laki dan wanita dicintai sebenarnya bukan karena tampan dan cantik fisiknya saja. Tapi lebih kepada kecantikan yang didalam, cantik hatinya, cantik jiwanya, dan keluhuran hati dan budi. Atau seperti kata seorang Trainer sekaliber Anis Matta dalam sebuah tulisannya ;

“Kekuatan budi memang bertahan lebih lama. Tapi pesona fisik justru berkembang di tahun-tahun awal pernikahan. Karena itu ia menentukan. Begitu masa uji cinta selesai, biasanya lima sampai sepuluh tahun, kekuatan budi akhirnya yang menentukan sukses tidaknya sebuah hubungan jangka panjang. Dampak gelombang magnetik fisik berkurang Bukan karena kecantikan atau ketampanan berkurang. atau hilang bersama waktu. Yang berkurang adalah pengaruhnya. Itu akibat sentuhan terus menerus yang mengurangi kesadaran emosi tentang gelombang magnetik tersebut.”

Lalu masihkah kita membuat kriteria ketika memilih pasangan hidup, cantik dan tampan itu nomor satu, sementara keshalehan dan budi pekerti itu masih nomor sekian ?

Maka jika saya yang dihadapkan pertanyaaan seperti itu, akan memilih keshalehan dan budi pekerti adalah nomor satu, dan ketampanan dan kecantikan itu nomor dua.(Azr/)


Bagaimana dengan kawan ?(Azr/)



Belakangan ini, ada kecenderungan sebagian umat Islam menjadikan syariat Islam seolah-olah bagaikan obat antibiotik yang dapat menyembuhkan semua penyakit di setiap tempat dan di segala zaman. Mereka berpandangan bahwa syariat Islam itu sempurna sehingga mengatur seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai ibadah, muamalah, sampai sistem pemerintahan.


Klaim kesempurnaan syariat Islam tersebut selalu diulang-ulang dalam berbagai kesempatan. Implikasinya adalah syariat islam seakan-akan tidak membutuhkan teori atau ilmu non-syariah. Semua problematika ekonomi, politik, sosial, budaya, dan hukum bisa dipecahkan oleh syariat Islam yang telah diturunkan Allah 15 abad yang lampau. Untuk itu, sudah selayaknya dilakukan tinjauan ulang terhadap klaim kesempurnaan syariat Islam.
Tiga Dalil

Klaim kesempurnaan di atas biasanya didasarkan pada tiga dalil. Pertama, dalam al-Maidah ayat 3, Allah telah menyatakan, "Pada hari ini, telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu."

Kalimat ini sebenarnya hanyalah penggalan ayat yang sebelumnya berbicara mengenai keharaman makanan tertentu dan larangan mengundi nasib serta larangan untuk takut kepada orang kafir. Karena itulah, konteks ayat itu menimbulkan pertanyaan atas kata "sempurna": apakah kesempurnaan itu berkaitan dengan larangan-larangan di atas atau berkaitan dengan keseluruhan syariat Islam?

Dari sudut peristiwa turunnya ayat, potongan ayat di atas turun pada hari Arafah saat Rasulullah Muhammad menunaikan haji. Karena itulah, sebagian ahli tafsir membacanya dalam konteks selesainya aturan Allah mengenai ibadah, mulai salat sampai haji. Sebagian ahli tafsir menganggap potongan ayat ini turun saat fathu Makkah. Dengan demikian, dikaitkan dengan larangan sebelumnya untuk takut kepada kaum kafir, penggalan ayat "kesempurnaan" tersebut dibaca dengan makna, "Sungguh pada hari ini telah Aku tundukkan musuh-musuh kalian."

Selain itu, sejumlah ulama memandang bahwa kesempurnaan yang dimaksud dalam ayat tersebut terbatas pada aturan halal dan haram. Mereka tidak menganggap bahwa pada hari diturunkannya ayat itu, syariat Islam telah sempurna. Sebab, ternyata setelah ayat tersebut, masih ada ayat Quran lain yang turun, seperti ayat yang berbicara tentang riba dan kalalah.

kedua, klaim kesempurnaan syariat Islam juga didasarkan pada al-Nahl ayat 89, "Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu." Menurut Mahmud Syaltut, ketika Alquran memperkenalkan dirinya sebagai tibyanan likulli syay’i, bukan maksudnya menegaskan bahwa ia mengandung segala sesuatu, tetapi bahwa dalam Alquran terdapat segala pokok petunjuk menyangkut kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi. Jadi, cukup tidak berdasar kiranya kalau ayat tersebut diajukan sebagai bukti bahwa syariat Islam mencakup seluruh hal.

Ketiga, dalam al-An’am ayat 38 disebutkan, "Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam al-Kitab." Sejumlah ahli tafsir menjelaskan bahwa Alquran tidak meninggalkan sedikit pun dan atau lengah dalam memberikan keterangan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan-tujuan pokok Alquran, yaitu masalah-masalah akidah, syariah, dan akhlak, bukan sebagai apa yang dimengerti oleh sebagian ulama bahwa ia mencakup segala macam ilmu pengetahuan.

Sebagian ahli tafsir lainnya menganggap kata "al-Kitab" di atas bukan merujuk pada Alquran, tetapi pada lauh al-mahfuz. Dengan demikian, segala sesuatu terdapat di dalam lauh al-mahfuz, bukan di dalam Alquran.

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa secara umum, Alquran sebagai sumber utama hanya memberikan pokok-pokok masalah syariat, bukan menjelaskan semua hal secara menyeluruh dan sempurna.
Proporsional

Selain tiga dalil di atas yang sering dipahami secara literal dan sepotong-sepotong, kalangan yang mengklaim kesempurnaan syariat Islam juga sering alpa bahwa jumlah ayat hukum dan hadis hukum sangat terbatas. Di antara yang jumlahnya terbatas itu, hanya sedikit yang berkekuatan qath’i al-dalalah. Dan, hanya itulah yang masuk kategori syariat.

Kalau kita buka kitab fikih, hanya sekitar 20 persen yang berisi syariat. Selebihnya merupakan opini, pemahaman, interpretasi, atau penerapan (tathbiq) yang kita sebut dengan fikih. Isi fikih ini jauh lebih luas ketimbang syariat. Disadari atau tidak, ketika syariat Islam diklaim meliputi segala sesuatu, mereka merancukan antara syariat dan fikih.

Sebagai contoh, kewajiban mendirikan negara Islam tidak terdapat dalam ayat hukum dan hadis hukum secara jelas, langsung dan tegas, serta berkekuatan qath’i al-dalalah. Klaim kewajiban itu lahir dari pemahaman ataupun interpretasi yang telah berlangsung sepanjang sejarah Islam. Menolak kewajiban mendirikan negara Islam tidaklah berarti menolak syariat Islam.

Klaim kesempurnaan syariat Islam juga menimbulkan paradoks. Jika benar segala sesuatu telah terdapat dalam syariat Islam, bagaimana kita meletakkan ijtihad dalam masalah tersebut? Ijtihad justru diperlukan karena syariat Islam tidaklah "sempurna". Masih banyak problematika umat yang tidak diatur secara tegas, pasti, dan jelas dalam Alquran dan hadis.

Di sinilah perlunya kreativitas umat untuk memanfaatkan potensi akalnya. Celakanya, banyak kalangan yang tidak bisa membedakan penafsiran para ulama salaf dan khalaf dalam kitab fikih, kitab syarah hadis, dan kitab tafsir dengan kesucian kitab suci. Mereka menganggap bahwa penafsiran dan pemahaman itu juga termasuk kategori syariat yang tidak bisa diutak-atik.

Selama klaim kesempurnaan syariat Islam tidak didudukkan secara proporsional, umat Islam akan cenderung menolak semua ijtihad baru atau semua teori baru. Setiap terobosan baru akan dianggap mengutak-atik ajaran yang sudah sempurna. Kalau sudah sempurna, untuk apa lagi ada pembaharuan? Untuk itu, marilah kita letakkan secara lebih proporsional klaim kesempurnaan syariat Islam tersebut.

Syariat Islam sesungguhnya hanya mengatur hal-hal yang pokok semata (ushuliyah). Dan, selebihnya adalah penafsiran, termasuk penafsiran yang lebih kontekstual, humanis, plural, dan liberal. (Azr/)

;;

Template by:
Free Blog Templates