7.31.2009
DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) TERHADAP AKTIVITAS DAN
KAPASITAS FAGOSITOSIS MAKROFAG
Kusmardi 1, Shirly Kumala 2, Enif Esti Triana2
1. Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta 10430, Indonesia
2. Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta 12640, Indonesia
E-mail: kusmardis@fk.ui.ac.id; kusmardis@yahoo.com
Abstrak
1. Pendahuluan
Immunologic surveillance yang dilakukan oleh sistem imun baik selular maupun humoral berhubungan dengan keberadaan mikroba patogen dan jaringan tumor di dalam tubuh. Makin baik peran yang ditunjukkan oleh fungsi dan jumlah sel imunokompeten, makin baik fungsi immunologic surveillance yang dilakukan Pada keadaaan di mana fungsi dan jumlah sel imunokompeten kurang adekuat, upaya peningkatan melalui pemberian imunostimulator menjadi sangat vital. Penggunaan imunostimulator dalam terapi, kadang kala mengalami hambatan. Di
antara hambatan yang sering kali muncul adalah mahalnya imunostimulator yang tersedia di pasar obat berpaten, yang mayoritas diimpor dari luar negeri. Dalam keadaan demikian, sangatlah perlu dipertimbangkan untuk memperoleh imunostimulator dari bahan alam, oleh karena faktor harga dapat ditekan.
Indonesia, sudah terkenal merupakan negara yang kaya bahan alam. Salah satu bahan alam yang memiliki potensi untuk diteliti adalah Ketepeng Cina (Cassia alata/KC). Selama ini KC banyak dimanfaatkan secara tradisional, antara lainadalah sebagai antiparasit, laksan, kurap, kudis, panu, eksem, malaria, sembelit, radang kulit bertukak, sifilis, herpes, influenza dan bronchitis.
Mengingat pemanfaatannya yang cukup luas spektrumnya terutama pada penyakit infeksi, sangat mungkin efek yang ditimbulkan adalah efek positif sebagai imunostimulator. Untuk menguji hal itu, penelitian dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap peningkatan aktivitas dan kapasitas makrofagMakrofag merupakan salah satu sel yang berperan penting dalam respon imun, baik perperan fungsional dalam fagositosis maupun perannya sebagai antigen presenting cells (APC).
Dalam melakukan kedua peran tersebut, bantuan mediator endogen seperti sitokin, sudah pasti dibutuhkan. Sedangkan kebutuhan akan mediator eksogen seperti
karoten dan flavonoid, masih perlu penelitian mendalam. Flavonoid, seperti halnya karotenoid, menurut penelitian yang telah ada, berpotensi sebagai antioksidan pada pertumbuhan tumor serta dengan sedikit penelitian terbukti meningkatkan respon imun walaupun masih banyak kontroversi yang dijumpai. Kontroversi ini terjadi karena mekanisme aktivasinya belum dapat dijelaskan.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran berharga kepada masyarakat tentang batas keamanan ekstrak daun ketepeng cina (EDKC), sehingga dapat dijadikan acuan untuk penggunaan selanjutnya
dalam pemanfaatan daun KC sebagai obat.
2. Metode penelitian
Hewan coba
Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit galur Swiss berumur 4-6 bulan, berat badan 20-25 g. Sebelum digunakan sebagai hewan percobaan, semua mencit dipelihara terlebih dahulu selama kurang lebih satuminggu untuk penyesuaian lingkungan, mengontrol kesehatan dan berat badan serta menyeragamkan makanannya.
Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Imunopatologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Laboratorium Penelitian Mahasiswa dan Laboratorium Mikrobiologi, Universitas Pancasila, Jakarta.
Ekstraksi Daun Ketepeng cina
Daun Ketepeng Cina yang diperoleh di kebun penelitian BALITRO, kemudian dideterminasi di Balai Penelitian Biologi, Herbarium Bogoriense Bogor dan diekstraksi secara maserasi dengan etanol 70% di Balai Penelitian Tanaman
Obat Dan Aromatik, Bogor. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi. Serbuk kering dari daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.) dimaserasi dengan 10 bagian pelarut etanol 70% lakukan pengocokkan selama 2 jam, kemudian diendapkan 24 jam, disaring, sehingga diperoleh filtrat ke1 dan ampas, kemudian ampas dilarutkan kembali dengan pelarut etanol 70%, dilakukan pengocokkan lagi selama 2 jam, kemudian didiamkan selama 1 jam dan disaring diperoleh filtrat ke2 dan ampas, lalu filtrat digabung (1 dan 2), dan diuapkan atau dipekatkan dengan rotavapor pada suhu 40-50° C hingga diperoleh ekstrak kental.
Bakteri Uji
Bakteri uji yang digunakan adalah Staphylococcus aureus (SA) yang ditanam pada media agar nutrien miring dan disuspensikan dalam larutan Kaldu pepton.
Pemberian EDKC per oral
Semua kelompok hewan coba dikelompokkan secara acak dengan dibagi menjadi 6 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 4 ekor mencit. Semua pemberian dilakukan per oral setiap hari selama 1 minggu. Kelompok I sebagai kontrol positif, mencit diberikan PHA. Kelompok II sebagai kontrol negatif, mencit diberikan CMC Na. Kelompok II sebagai kontrol normal, mencit diberikan aquadest. Kelompok IV diberikan EDKC dengan dosis 42 mg/20gBB. Kelompok V diberikan EDKC dengan dosis 84 mg/20gBB. Kelompok VI diberikan EDKC dengan dosis 168 mg/20gBB.
Uji fagositosis
Pada hari kedelapan, setiap mencit diinfeksi intraperitoneal dengan 0,5 mL suspensi bakteri SA dan dibiarkan selama satu jam. Mencit dieuthanasi dengan eter lalu dibedah perutnya dengan menggunakan gunting bedah dan pinset steril.
Cairan peritoneum diambil dengan menggunakan pipet mikro. Cairan peritoneal dipulas pada gelas obyek dan difiksasi dengan metanol selama 5 menit, kemudian diwarnai dengan pewarnaan Giemsa, didiamkan 20 menit, dibilas dengan air mengalir. Setelah sediaan kering, dilihat di bawah mikroskop menggunakan minyak imersi dengan perbesaran (10x–100x) dihitung aktivitas dan kapasitas fagositosis makrofag. Aktivitas fagositosis ditetapkan berdasarkan jumlah sel fagosit yang aktif melakukan proses fagositosis dalam 100 sel fagosit. Kapasitas fagositosis ditetapkan berdasarkan jumlah bakteri SA yang difagositosis oleh 50 sel fagosit aktif.
Analisis Data
Untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh EDKC dari berbagai dosis terhadap aktivitas dan kapasitas fagositosis sel makrofag digunakan uji ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji BNT (Tukey HSD).
3. Hasil dan Pembahasan
Aktivitas fagositosis sel makrofag
Gambar 1. memperlihatkan aktivitas fagositosis sel makrofag setiap kelompok. Aktivitas makrofag kelompok I adalah 89±1,41; kelompok II 73,25±1,71; kelompok III 71,0+1,41; kelompok IV 79,75 + 0,96; kelompok V 88,0 + 0.82 dan
kelompok VI 94,75 + 1,26. Hasil uji Tukey HSD seperti tercantum pada Tabel 1, menunjukkan bahwa kelompok kontrol akuades dan CMC tidak berbeda, masing-masing dosis EDKC memiliki aktivitas berbeda. Selain itu juga ditunjukkan bahwa aktivitas makrofag kelompok dosis 84 mg menyamai aktivitas kelompok kontrol positif (PHA). Makin tinggi dosis EDKC, makin tinggi aktivitas makrofagnya.
Kapasitas fagositosis sel fagosit pada cairan peritoneum mencit
Gambar 2 memperlihatkan kapasitas fagositosis sel makrofag setiap kelompok. Kapasitas makrofag kelompok I adalah 670,5+10.08; kelompok II 378,5+13,18; kelompok III 378,75+18,14; kelompok IV 381,5+15,63; kelompok V 583 +9,49 dan kelompok VI 697,75+10,90. Hasil uji Tukey HSD seperti tercantum pada Tabel 2, menunjukkan bahwa kelompok kontrol akuades, CMC dan kelompok dosis 42 mg tidak berbeda. Masing-masing dosis EDKC memiliki kapasitas berbeda. Selain itu juga ditunjukkan bahwa kapasitas makrofag kelompok dosis 168 mg menyamai kapasitas kelompok kontrol positif (PHA).
Makin tinggi dosis EDKC, makin tinggi kapasitas makrofagnya. Aktivitas makrofag paling rendah dijumpai pada kelompok kontrol akuades, diikuti oleh kelompok kontrol CMC.
Aktivitas meningkat seiring dengan peningkatan dosis EDKC. Aktivitas tertinggi dicapai oleh dosis EDKC tertinggi dan kontrol positif PHA (Gambar 1). Peningkatan aktivitas makrofag seiring dengan tingginya dosis, menunjukkan bahwa terdapat bahan aktif yang terkandung dalam EDKC yang berpotensi untuk meningkatkan aktifitas makrofag.
Secara statistik bahkan dibuktikan bahwa pada dosis tertinggi dalam penelitian ini, memiliki aktivitas lebih tinggi dibanding PHA sekalipun. Dosis sedang bahkan menyamai kontrol positif PHA. Telah diinformasikan sebelumnya, bahwa EDKC mengandung flavonoid yang cukup tinggi. Pada penelitian bahan alam lain yang mengandung flavonoid, seperti meniran (Phyllanthus niruri L.) memiliki kemampuan dalam memperbaiki sistem imun.
Berarti, hasil penelitian ini sesuai dengan harapan, yakni hipotesis terbukti, dengan kata lain bahwa EDKC memiliki potensi bekerja sebagai imunostimulan. Flavonoid berpotensi bekerja terhadap limfokin yang dihasilkan oleh sel T sehingga akan merangsang sel-sel fagosit untuk melakukan respon fagositosis.
Hasil penelitian mengenai kapasitas makrofag, juga menunjukkan bahwa masing-masing dosis menunjukkan kapasitas fagositosis yang berbeda. Makin tinggi dosis pemberian EDKC, makin tinggi pula kapasitasnya. Dengan jumlah bakteri yang tetap dari dosis terendah hingga dosis tertinggi, hasil ini menunjukkan bahwa memang betul terjadi peningkatan kapasitas makrofag selain peningkatan aktivitas makrofag yang telah diuraikan di atas. Berarti pula bahwa makin tinggi dosis, makin banyak sel bakteri yang difagosit oleh satu sel makrofag. Sama dengan yang terjadi pada pengukuran aktivitas, pada dosis tertinggi ditunjukkan memiliki kemampuan kapasitas makrofag yang diberi PHA. Hal ini menunjukkan bahwa, dosis yang disarankan untuk digunakan sebagai imunostimulator adalah dosis tertinggi.
4. Kesimpulan
EDKC berpengaruh terhadap aktivitas dan kapasitas fagositosis sel makrofag. Terlihat perbedaan yang bermakna antar kelompok dari dosis yang dipilih. Aktivitas dan kapasitas fagositosis sel makrofag meningkat sesuai dengan pemberian dosis EDKC. Dosis yang memberikan pengaruh terbesar adalah dosis tertinggi dari penelitian ini. Dosis yang disarankan untuk digunakan sebagai imunostimulator adalah dosis tertinggi. Pada dosis tertinggi dalam penelitian ini, memiliki aktivitas lebih tinggi dibanding PHA sekalipun.
Daftar Acuan
1. Tizard , I. Pengantar Imunologi Veteriner, Edisi 2, W.B., New York: Saunders Company; 1982. Hal. 18-32.
2. Bellanti, J.A. Immunologi III. Washington: Georgetown University School of Medicine; 1993. D.C. Hal. 18.
3. Cassia alata L. Diambil dari:
http://ftp.ui.edu/bekas/V12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku/1-059.pdf. Diakses tanggal 21 Mei 2006.
4. Christine. Penelitian Tanaman Obat di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2000. Hal 115.
5. Kenangan-kenangan dari Apoteker angkatan XXII. Alam Sumber Kesehatan Manfaat dan Kegunaan. Hal. 218-9.
6. Heyne, K. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid kedua. Jakarta: Diterjemahkan oleh Badan Litbang Kehutanan, Jakarta; 1987. Hal 916-7.
7. Tjay, T.H., Rahardja, K.,. Obat-Obat Penting, Edisi V. Jakarta: P.T. Elex Media Komputindo; 2002. Hal. 722.
8. Sairam, M., Sharma, S.K., Ilavazhagan, G., K. Dvendra, and W. Selvamurthy. 1997. Immunomodulatory Effects of NIM-76 a Volatile Fraction From Neem Oil, Journal of Ethnopharmacology, Vol : 55, Hal. 133-39.
9. Robinovitch, M. Proffesional and non-Proffesional Phagocytes an Introduction. Trends In Cell Biology; 1995. Vol : 5, Hal. 85-87.
10. Atlas, R.M. Phagocytosis In Microbiology Fundamentals and Application, New York: Macmillan Company; 1984. Hal. 476-88.
11. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta : Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan; 2000, Hal. 1-11.
12. Harborne, J.B., Metode Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan, Terbitan kedua, Penerbit ITB Bandung; 1987, Hal. 1-8.
13. Mentari, I.L., Pengaruh Pemberian Ekstrak Propolis Sebagai Imunomodulator Terhadap aktivitas dan Kapasitas Fagositosis Sel Fagosit Peritoneum Mencit Yang Diinduksi Dengan SGB (Streptococcus Group B) [Skripsi]. Jakarta: Fakultas Farmasi Universitas Pancasila. 2001. Hal 20.
14. Jawetz, E., Melnick, J.L., Adelberg, E.A., Medical Microbiology, Mikrobiologi Kedokteran, edisi 20. Alih bahasa: Nugroho, E., Maulany, R.F., C.V. EGC. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran; 1986. Hal. 211-12.
15. Hart, T., Shears, P., Color Atlas of Medical Microbiology, Atlas Berwarna Mikrobiologi Kedokteran, cetakan I.Jakarta: Alih bahasa: Pratama, F.E., Kumala, P., Penerbit Hipokrates; 1996.
16. Staphylococcus aureus. Diambil dari: fig. cox. miami. edu /cmdlery /150/ proceuc/ staph.htm. Diakses tanggal 10 Juni 2006.
Label: Artikel
2.23.2009

Anak sungai Batang Hari ini memang cocok untuk arena pacu perahu. Sudah biasanya, lebaran diakhir dengan pacu perahu. Anak-anak perahu dengan segala upaya mendayung agar mendapat juara. Sayangnya, seringkali konflik berawal di sini. Ketika semua ingin jadi juara. Padahal awalnya, tahun 80–an, ini hanyalah bentuk dari kemeriahan kekeluargaan antar dusun. Kini sudah berkembang menjadi gengsi. Lalu jadi ajang politik pula. Ada beberapa logo partai menempel di dinding perahu, disamping perusahaan dan kelompok bisnis ikut mendukung sebagai sponsorshif.
Lebaran di sini terasa panjang, karena ditutup dengan dua hari pacu perahu di akhir minggu lebaran. Pemkab Sarolangun tampaknya harus intens menggarap pacu perahu menjadi ajang budaya yang sportif dan ekonomis. Tidak sekedar hiburan belaka. Apalagi membiarkan berkembang tanpa arah. Semestinya dianggarkan menjadi iven pariwisata.
Belasan perahu yang disolek dan dipercayakan bisa kencang di arus maka sorak sorai di tepian menggema. Jalur + 1 Km dilibas cepat. Sekitar 3–5 menit. Cuma memang sering kali tidak teratur pelepasannya, karena belum dikelola profesional. Teknik dan atlet berbakat yang dilatih beberapa bulan sebelumnya memang layak ditonton. Hadiahnya memang kecil, tapi gengsi antar sponsorshif dan tim sangat penting! Dua hari biasanya ada kelas pacu. Misalnya, perahu dengan 18 orang pendayung dan 13 pendayung di hari ke dua. Mereka tampil bisa jadi atas nama perusahaan bisnis, daerah, terakhir, adalah partai politik. Artinya, aroma Pemilu 2009 memang sudah masuk ke daerah ini.
Sebagai perantau yang pulang, melihat kota ini sepertinya belum mendapat keseimbangan pembangunan. Masih banyak yang miskin, yang kaya terus berjaya. Pemkab masih terasa belum optimal menggarap potensi. Inilah kabupaten baru yang masih berkemas untuk maju. Walau secara fisik banyak berubah, tapi secara mental belumlah begitu. Dimana jati diri generasi tidak tergarap sebagai bentuk dari pembangunan budaya [charachter building]. Sangat mengindonesia dan Jakarta banget!
Pacu Perahu sudah menjadi budaya. Anak muda di sini menggilainya. Ada beberapa kelompok atletnya memang sudah mendapat pendidikan khusus dan jam terbang lomba tinggi. Mereka sudah beradu dengan atlet dari luar negeri. Seperti Agustus lalu sempat masuk nominasi tiga besar di ajang Dragon Boat yang digelar oleh Pemko Padang.
Berpenduduk sekitar 195.905 jiwa (2004), Kota Sarolangun, sangat egaliter. Dimana, daerah ini merupakan perantauan dekat dari Ranahminang. Disamping itu, masyarakatnya terdiri dari Melayu Jambi, Jawa, Batak, China. Menariknya, daerah ini sama halnya dengan Kabupaten Dharmasraya, yang juga bercerah dengan Kabupaten Sijunjung. Keduanya berlari kencang mengejar keterpurukan selama ini di bawah bayang-bayang kota kabupaten. Kelebihan sebagai kabupaten baru, dilewati oleh Jalan Lintas Sumatera, dua jam perjalanan dari Kota Lubuk Linggau, tiga Jam dari Kota Jambi, delapan jam dari Kota Padang. Tetapi, peradaban yang melintas belum tentu bisa dimanfaatkan kalau pemimpin belum membangun tidur panjang masyarakatnya. Atau jangan-jangan justru pemimpinnya yang selalu tertidur kekenyangan. [Azr]
Label: Artikel
2.20.2009
Tips buat anda yang ingin menjelajahi Gua Jepang Desa Bukit Bulan Kabupaten Sarolangun Prov Jambi :
1. Bawalah batre handphone cadangan yang udah full (maklum, walaupun sebagian kecil desa udah masuk listrik PLN, tapi masih sering mati lampu juga.
2. Bersiaplah obat sakit perut, untuk anda yang pertama kali ke Bukit Bulan, soalnya jalannya itu loh!!! YA Ampunnnn banget!!! banyak lobang, batu2an, kalopun di aspal paling bertahan setengah tahun, soalnya tuh Jalan Kesono banyak sekali produksi karetnya, jadi muatan truk2nya berat semua.
3. Saya seringkali kehilangan arah jika memasuki wilayah tersebut, maka dari itu sayasarankan anda menyertakan sebuah GPS untuk di bawa menjelajahi sungia bahar.
4. Jangan lupa untuk BONTOT alias bawa makanan sendiri, soalnya kalau anda masuk daerah agak dalam, maka niscaya anda tidak menemukan warung makanan, terpaksa puasa kalo nekad!
5. Isi bensin yang full tank dari kota jambi, kalu tidak….??? Bensin di sini mahal!!!!!!!!! tidak ada SPBU di sini, hanya ada APMS, Agen Premium, Minyak, SOlar di Desa Limun, itupun sering kosong.
um…
waktu pertama kali di ke Bukit Bulan, saya sedikit heran dengan anak2 disana, masa saya lagi jalan2 mau ke kebun tetangga, tiba2 ada yang nyeletuk,” Ngah’!!” wah? kapan saya jadi paman mu nak??? oh oh ternyata emang disana kalo manggil orang dengan sebutan Ngah!! hahahaha saya punya banyak keponakan nih di sini…
DI Desa Bukit Bulan sudah dapat sinyal TELKOMSEL, INDOSAT, XL, dan CERIA. Walaupun harus berjuang naik ke tempat yang lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal. Selain Itu ga ada! Namun sayang di desa agak terpencil sinyalnya kurang bahkan tidak ada, paling cuma salah satu operator.
Jalan menuju Desa Bukit Bulan dari kota Jambi hanya meliki satu jalan yaitu melewati desa Pelawan, dari pelawan memasuki Desa Panogah dan di sana kita akan menemui Dam Muaro Kutur. Konon cerita, Dam tersebut di buat oleh mantan presiden ke-II RI yaitu Bapak H. Soeharto. Kini tahap melanjutkan perjalan dengan melewati jalan tanah….maklum walaupun sudah di aspal, palingan bertahan hanya beberapa bulan…..
Sekitar 1.30 menit perjalanan, kita kita memasuki Desa Dusun Baru Kecamatan Muaro Limun. Ga’ tau persis sich napa kecamatan tersebut dinamakan Muaro Limun. Mungkin sungai di sana manis kek limun gitu…hehehee….
Melewati desa Dusun Baru, dilanjutkan dengan perjalan yang mendaki dan menurun. Perjalanan ini mengadu adrinalin pengemudi untuk mengadu kemahiran dalam mengendarai kendaraan. Dengan jalan tanah dan ditambah lagi dengan pendakian yang tinggi dan turunan yang curam. Tentunya membuat pengemudi harus ekstra hati-hati…
Setelah melewati beberapa desa (Desa Barung-Barung, Benteng, Penogah, Mensio dan Desa Lubuk Bedorong). Kini sampailah ke tempat tujuan. Yaitu desa Bukit Bulan tempat Goa Jepang itu berada. Menurut keterangan masyarakat desa tersebut, Goa Jepang ini panjangnya sekitar 10 kilometer yang tembus langsung ke desa yang berada di Provinsi Sumatera Selatan….
Nah itulah sekelumit cerita perjalananku sewaktu liburan semesteran…selesai dulu ah…!!!
Ampe ketemu di perjalan berikut nya…………..
Label: Artikel
2.19.2009
“Sederhana, sih. Pembentukannya diawali dari pertemuan kami di kampus. Sering nongkrong di kantin. Dan akhirnya kita sepakat membentuk blog yang mengatasnamakan organisasi,” ujar Azwir, yang adalah mahasiswa IAIN STS Jambi, semester tiga itu.
“Kami tak ingin hanya bisa membawakan blog milik orang. Tapi, juga ingin menunjukkan kepada orang bahwa kita ingin lebih mengutamakan karya sendiri,” Ujar Azwir.
“Kita harus lebih bangga pada karya sendiri,” ujar Habibi. N, sang Ketua Umum HIMABIO berkomentar. “Ya, kalau tidak begitu, anak Jambi tak akan diakui di mana-mana,” sambung Saya.
“Mari dukung karya anak Blog Jambi,” seru saya. Bagi saya, ini adalah ajakan untuk anak Blogger Jambi untuk lebih giat membuka wawasan di bidang IPTEK dengan mengutamakan Karya Sendiri.
Nich Hasil Karya Anak Jambi


Label: Artikel
2.18.2009
Kemaren pacar saya marah2 gara2 saya pagi siang sore malem pagi lagi kerjaannya internetan melulu. *lebay mode on. hehe Gimana gak marah coba,gara2 internetan saya jadi kurang memperhatiin doi. (padahal biasanya gak sama aja
Emang apa seh yang saya lakukan di depan internet. Paling ngeblog, baca2 berita, facebookan,friendster cuma lewat,buka email,chat dan tak lupa googling. Terus kenapa bisa betah berlama-lama di depan komputer yaw?
Apa karena ketampanan saya yang bikin banyak wanita tergila2 atau kita tanya saja pada rumput yang bergoyang?mungkin hanya daun2 yang jatuh berguguran yang tau.hehehe
Terus kekaguman saya di internet semakin banyak ketika tahu misal berita atau fakta yang gak diungkap media ![]()
Terus pengetahuan saya semakin bertambah dengan banyak googling. Dari yang dulunya gaptek (sekrang juga masih) cuma bisa maen friendster melulu sekarang Alhamdulillah udah bisa ngetik2 gini alias jadi blogger walaupun masih pemula seh. T_T *pemula aja sombong.;p
Selain itu saya bisa dapat berbagai hal yang saya butuh
Yah pokoknya banyak lah hal yang bisa kita dapatkan di internet. Internet memang telah membuka cakrawala dunia. Mampu menghubungkan yang jauh menjadi dekat. Mampu memberi informasi yang luas. Dan bisa dapet duit juga dari internet. Senangnya.^^
Itulah beberapa fungsi,kegunaan dan keuntungan berinternet menurut saya. Kalo menurutmu gimana?
Label: Artikel
2.17.2009
Itulah beberapa gambar dari mereka. Suku anak dalam anak rimba ini hidup di kawasan Bukit Dua Belas Jambi. Hidup mereka terisolasi, bukan karena diisolasi. Yah lebih sebab ke alasan "TRADISI"
Dan ada fakta mengejutkan, Butet Manurung si Woman Of The Year 2004 ini, semenjak tahun 1999 telah mendirikan sebuah sekolah dadakan, yang mempunyai tujuan untuk bisa mengajarkan anak-anak suku ( range umur 6-20 tahun) ini membaca dan menulis.
(TERIMAKASIH. MBAK BUTET MANURUNG,ENGKAU ADALAH CONTOH DAN PANUTAN UNTUK BANGSA)
Memberikan anak-anak rimba kemudahan mengakses buku, berarti membukakan mata mereka terhadap cakrawala dunia.
Referensi : http://www.sarolangun-jambi.co.cc/2009/02/memberikan-anak-anak-rimba-kemudahan.html
Label: Artikel
2.15.2009
A. Selayang Pandang
Museum Negeri Jambi dibangun pada tahun 1981 di atas tanah seluas 13.350 meter persegi, dengan luas bangunan 4.000 meter persegi. Bangunan museum selesai dibangun dan diresmikan pada tanggal 6 Juni 1988. Bangunan Museum Negeri Jambi berasitektur Kajang Loko, yang menjadi ciri khas arsitektur rumah adat masyarakat Jambi.
Museum Negeri Jambi, menyimpan beraneka ragam benda-benda peninggalan sejarah dan budaya Jambi. Koleksi yang terdapat dalam Museum dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, seperti: biologika, geologika, arkeologika, etnografika, numismatika/ heraldika dan keramalogika.
B. Keistimewaan
Koleksi benda-benda bersejarah Museum Negeri Jambi berjumlah sekitar 2.855 buah. Dari sekian banyak koleksi tersebut, terdapat 5 koleksi utama yang menjadi icon museum, seperti: 2 buah arca Avolokiteswara yang terbuat dari emas, medali emas bersegi tujuh dari Turki (Kerajaan Turki Ustmani), sabuk emas dan kalung emas. Arca Avolokiteswara ditemukan di situs Rantau Kapas Tuo pada tahun 1991. Sedangkan medali emas bersegi tujuh dari Turki yang bertahun 1298 H merupakan hadiah dari Kerajaan Turki Ustmani kepada Sulthan Thaha Saifuddin selaku Raja Jambi. Sebelumnya, medali tersebut disimpan oleh keluarga kerajaan yang berdiam di Malaysia yang kemudian menyerahkannya kepada pengelola Museum Negeri Jambi untuk dipajang sebagai koleksi museum.
Selain lima koleksi utama, terdapat 100 buah keramik kuno Cina yang ditemukan oleh para penyelam di perairan yang terletak di perbatasan antara Jambi dan Riau. Para penyelam kemudian menghibahkan temuan tersebut kepada pengelola Museum Negeri Jambi sebagai koleksi museum.
Di samping itu, juga terdapat koleksi benda-benda bersejarah lainnya, seperti: mesin cetak uang kuno, perahu lajur kuno, alat tukar kuno untuk produk karet, koleksi flora fauna dan busana-busana adat tradisional Jambi. Dengan koleksi benda-benda bersejarah tersebut, Museum Negeri Jambi menjadi salah satu museum yang menarik untuk dikunjungi.
C. Lokasi
Museum ini terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Indonesia.
D. Akses
Karena Museum Negeri Jambi berada di pusat Kota Jambi, maka para wisatawan dapat dengan mudah mencapai lokasi museum, dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari Bandara Sulthan Thaha Syaifuddin Jambi.
E. Tiket
Harga tiket untuk anak-anak Rp. 250,- dewasa Rp. 750,- dan turis Rp. 1.000 (Maret 2008)
F. Akomodasi
Bagi para wisatawan dari luar kota dan ingin berlama-lama di Kota Jambi, dapat menginap di hotel yang banyak terdapat di kota tersebut. Di samping itu, di sepanjang jalan menuju objek wisata terdapat banyak rumah makan dan restoran yang menyajikan beraneka menu masakan khas Jambi
Label: Artikel
2.04.2009
Nah....,
untuk mengetahui sejauh mana ilmu yang telah kita kuasai dan kita peroleh dari guru maupun dosen, pihak penyelenggara pendidikan biasanya mengadakan ujian,diantaranya adalah ujian semester. Disini saya akan membagi sedikit info tentang kiat - kiat apa aja cih yang harus kita lakukan dalam persiapan menghadapi ujian semester
1. Perhatikan syarat-syarat yang diberikan guru/dosen ketika pertama kali kuliah, biasanya beliau menentukan perjanjian tentang syarat-syarat mengikuti ujian semester, maka perhatikanlah hal itu dari awal. Biasanya dosen mensyaratkan ujian dengan batas
minimal presensi kehadiran. Tinggalkan kekhawatiran ini jika memang kamu nggak pernah bolos.
2. Strategi ujian harus sudah kita tetapkan ketika jadwal ujian telah diumumkan.
3. Cobalah untuk menggolongkan mata ujian mana yang kira-kira terlalu sulit, kemudian catatlah urutan mata kuliah itu sesuai dengan tingkat kesulitan tertinggi, hingga yang termudah.
4. Untuk mata kuliah yang memang kelewat sulit, maka cobalah untuk melengakapi catatanmu dan juga cobalah untuk menanyakannya kepada dosenmu atau temanmu yang lebih tau akan materi yang kamu anggap sulit tersebut.
5. Gunakanlah waktu sebelum ujian dengan sebaik-baiknya.
6. Mintalah kepada Kedua Ortumu untuk mendoakanmu agar sukses ujian. (sesungguhnya doa mereka insyaAllah terkabulkan, apalagi ibumu)
7. Jangan sampai ujian mengganggu aktivitas ibadah kita, karena seharusnya dengan ujian, kita malahan harus lebih termotivasi untuk terus dekat kepadaNya.
8. Kumpulkan seluruh bahan dari sekolahmu ataupun dari tempat kuliahmu, baik itu diktat, makalah, catatan, kemudian susun berdasarkan jadwal ujian yang akan datang. Setelah itu cobalah untuk membacanya dan memahaminya, atau kalau perlu kamu sudah siap untuk menghapalnya dari sekarang. Tapi inget, jangan sikat semua pelajaran yg di uji besok pada malam sebelumnya (wayangan), usahakan kamu udah pernah baca2. Seandainya gak ada waktu, maka cobalah untuk belajar di siang hari, lalu istirahat disore hari, baru diulang pada malem hari.
9. Berusahalah untuk berusaha keras dari sekarang dan tinggalkanlah segala sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat kepadamu,dan konsentrasikanlah pikiranmu untuk menghadapi ujian.
10. Nggak usah khawatir jika saat-saat ujian kamu merasa menderita, karena kerja kerasmu akan dapat kamu nikmati ketika nilai ujianmu keluar.
11. Usahakan take your time jangan terlalu terburu-buru, kecerobohan 1 pun bisa membuat malapetaka.
12. Jangan menumpuk pressure atau depresi terlalu lama, usahakan masih main di ulum (semesteran), sekedar 1 atau 2 jam untuk menghilangkan stress
13. Jika kamu punya kelebihan dalam satu mata kuliah, maka cobalah untuk mengajarkannya kepada temanmu yang kurang paham mata kuliah tersebut.
14. Jangan lupa untuk saling memberi motivasi agar serius menghadapi ujian, karena insyaAllah motivasi itu akan berguna bagi dirimu dan juga bagi temanmu yang lain. (nasehat menasehati dalam kesabaran dan ketaatan)
15. Jangan terlambat masuk kelas, trus jangan lupa juga bawa alat tulis yang diperlukan, klo bisa yang lengkap sekalian lebih bagus.
16. Periksa ulang NAMA, NO, Kelas, NO peserta, usahakan data diri kamu SELENGKAP-LENGKAPnya... karena meskipun kamu dpt 100, klo salah nulis nama doank.....wah bener-bener nyesel nantinya.
15. Tinggalin dulu semua masalah dengan pacar kamu, bukan berarti kamu punya masalah tyus kamu tinggalin gitu ajah..BUKAN....sebaiknya selesaikan masalah ma pacar kamu secepat mungkin. Ini sangat membantu konsentrasi kamu menghadapi ujian, jika perlu buat kesepakatan untuk berdamai ato ga bwat masalah (ribut) semasa ujian, yang lebih baik untuk menambah semangat dalam mendapatkan hasil ujian coba lah untuk saling memberi motivasi dan dorongan ato boleh juga dengan memberi embel2 hadiah....misalnya... yang dapat nilai baek akan dapat hadiah... (referensi : pengalaman pribadi....heheheh)
17. Terakhir, istirahat yang cukup yah. Apalagi, akhir2 ini banyak kuliah tambahan. Siapin fisik kamu, jangan sampe pas semesteran
malah sakit.
18. Yang paling akhir nich...setelah semua semesteran diselsaikan. Jangan lupa ucapin Alhamdulillah..........................
Buat Teman-teman Seperjuangan BIOLOGI
So....good luck aj deh.....
semoga semua usaha kita berhasil,
trus dapet hasil yang memuaskan...
Label: Artikel
1.17.2009
Seperti yang telah kita banyak ketahui, bahwa inti dari permasalahan kerjasama dalam proses menajemen adalah komunikasi yang efektif. Apabila dalam suatu divisi disuatu perusahaan, memiliki individu – individu yang tidak memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif, biasanya kerjasama yang diharapkan sulit tercapai. Komunikasi merupakan faktor penting bagi keberhasilan suatu tim dalam bekerjasama. Jika setiap anggota dalam suatu tim dapat berkomunikasi dengan baik dan efektif, maka tim tersebut memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berhasil dalam bekerjasama.
Dalam setiap tim kemampuan mendengarkan aktif sangatlah mutlak harus dikuasi. Kebanyakan dari kita dalam berkomunikasi hanya memikirkan pada bagaimana menyampaikan pesan ataupun informasi, dan tidak pernah terfokus pada tanggung jawab kita juga akan sebagai penerima pesan.
Keterampilan mendengakan aktif
Kemampuan mendengarkan aktif ini sangat membantu dalam berkomunikasi, sebab apabila salah satu dari pihak yang berkomunkasi tidak memiliki teknik mendengarkan aktif, maka komunikasi itu akan terhambat bahkan mungkin tidak terjalin suatu komunikasi. Dengan mendengarkan secara aktif, kita dapat lebih memahami apa yang sedang dikomunikasikan oleh lawan bicara kita.

Respon nonverbal ini adalah suatu perbuatan atau sikap dalam bekomunkasi verbal dimana dalam penggunaannya akan meningkatkan kekuatan komunikasi. Sikap ini terkadang biasa disebut dengan bahasa tubuh (Body Language).
Meskipun demikian, dalam menggunakan teknik nonverbal ini, tanpa mendengarkan dengan sungguh – sungguh komunikasi pun juga tidak akan berjalan. Bahkan sikap ini akan merugikan, bila lawan bicara kita tahu bahwa kita tidak mendengarkan.
Komunikasi yang yang biasa kita lakukan sehari – hari, baik itu di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan sebagian besar menggunakan komunikasi nonverbal. Bahkan apabila kita sedang berbicara, komunikasi nonverbal masih tetap dipergunakan. Dengan menggunakan komunikasi nonverbal dalam berkomunikasi, kita dapat mempengaruhi anggota tim lainnya, dan merekapun dapat mempengaruhi kita tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tabel berikut ini berisi beberapa contoh prilaku komuniksi nonverbal dan maknanya yang biasa ditangkap.
Parafrase adalah tekhnik mendengarkan aktif yang dapat membantu kita dalam memahami secara tepat apa yang diucapkan seseorang pada waktu berkomunikasi, serta menunjukkan bahawa kita pendengar yang penuh perhatian.
Label: Artikel









